Tuesday, April 14, 2009

Andai Aku Gatotkaca

Kayaknya ini salah gue deh. Ya iya lah... mo salah sapa lagi? Masa’ salah si Tulkiyem ato Parjoni? Lha wong bukan mereka yang berbuat kok, tapi gue.

Gue juga sih... kenapa juga jadi orang tu mauan banget, apa aja mau (kecuali soal kerjaan kantor, hehe), kalo bisa semuaaa dikerjain, ibarat kata dari soal macul sawah, kebanjiran, cuci piring, sampe ada yg melahirkan, gue hayuk aja, gak ngukur kemampuan diri. Akhirnya gini deh, gak ada yang fokus, berasa kayaknya penuh banget... urusan diri sendiri aja banyak yg keteteran, gimana mo ngurusin yg laen? Gini ya, gue bukannya gak mau, tapi kalo hasilnya gak maksimal gimana? Kan justru mengecewakan pelanggan tho? Tapi kalian juga gak membantu sih, mbok ya sama yg laen aja... yang diinget2 kok mesti gue terus gitu lho... trust me deh, the show can still go on without me.

Tapi kadang lucu juga sih, pelimpahan kekuasaan gak tanggung2, plus masalah barang ilang, pecah belah, tong sampah dan pelimpahan kesalahan juga, kekeekkkkk... I'm all yours dong judulnya, hehehe... Tp jujur gue menikmatinya (nah lho?).

Ooohh andai aku Gatotkaca, mungkin aku bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan dengan cepat, berpindah dari satu tempat ketempat lainnya dalam hitungan sepersekian detik (shutter speed kalee...). Wis lah, kalo aku Gatotkaca, Insya Allah ta’ bantu semua, tapi kan nyatanya aku bukan... hehehe.

Gimana ya caranya biar gak celamitan gini, apa2 mau? :)

Catatan si Rey
Maap curhat babu neh...

Ehh... tapi ini ndak ada hubungannya sama juragan lho... jd jgn tuduh dia :) Read More ..

Wednesday, March 25, 2009

Hari Down Syndrome Sedunia



Kembali, kali ini urusannya masih soal anak2. Tanggal 21 Maret lalu gue kembali dimintai tolong oleh seorang kawan yang lain untuk bantu2 motret acara anaknya, kali ini untuk peringatan Hari Down Syndrome Sedunia. Sebuah kesempatan yg sulit didapat, dan pastinya tidak akan dilewatkan oleh manusia mau-an macem gue gini. Acara diadakan di Kandank Jurank Doank, Ciputat.

Sebagai pengantar, aku kutip sedikit ya mengenai Down Syndrome ini, dari komunitas Down Syndrome-nya, karena mungkin banyak juga yang belum tau soal ini.

Down Syndrome (DS) atau Sindroma Down adalah suatu gangguan akibat adanya kelainan kromosom. Kelainan kromosom ini terjadi pada kromosom 21 yang mendapat penambahan, sehingga DS juga dikenal dengan nama trisomy 21. Kata Dwon berasal dari nama orang yang pertama kali mendeskripsikan karakteristik gangguan ini, yaitu Dr. John Langdon Down. Menurut penelitian, DS terjadi 1 diantara 700 kelahiran hidup. Di Indonesia sendiri terdapat kurang lebih 300 ribu kasus DS.

Anak dengan DS mempunyai karakteristik wajah yang khas. Bentuk mata mereka miring dan tidak ada lipatan dikelopaknya. Hidung mereka berukuran kecil dan datar. Ukuran mulut mereka pun seringkali kecil dengan lidah yang tebal dan pangkal mulut yg dangkal. Otot mulut mereka juga lemah, sehingga mereka sering mengalami gangguan bicara. Rambut mereka lemas, tipis dan jarang. Tangan mereka kecil dengan jari2 pendek. Telunjuk dan ibu jari kaki berjauhan, disebut sandal foot.

Anak dengan DS biasanya akan memiliki beberapa masalah, misalnya pada masalah otot, bicara, motorik dan gangguan kecerdasan. Untuk mengatasi masalah2 ini, mereka membutuhkan terapi. Gangguan juga kadang menyertai jantung, pencernaan, THT dan matanya.

Perayaan Hari Down Syndrome Sedunia bertujuan agar para orang tua yang memiliki anak DS saling mendukung dan memupuk semangat, sehingga anak2 berkebutuhan khusus ini dapat berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yg dimilikinya, sesuai dengan tema perayaan kali ini; AKU ADA, AKU BISA.

Sebuah catatan kecil seorang Rey


Aduh bener2 deh, ini pengalaman berharga banget buat gue. Baru kali ini motret dengan menguras emosi banget. Entah kenapa dada tiba2 sesak, mata tiba2 berkaca-kaca kala menyaksikan perkembangan yang hebat dari makhluk2 spesial ini, walaupun itu hanya hal2 sederhana seperti menyebutkan warna dengan benar, menyebutkan nama binatang dengan benar, menyebutkan nama, umur dan menuliskannya di atas kertas, bisa menanggapi percakapan, belum lagi hingga tahap bisa bermain gamelan, bermain piano ato drum. Saat mengabadikan momen2 yang terjadi, mendadak mata berkaca2, kalo ndak ditahan kuat2, air mata bisa tumpah ruah tuh, untung gue bawa kamera, jadi bisa berlindung dibaliknya.

Perjuangan mereka membuat gue terharu, dengan keterbatasan yang mereka miliki, mereka membuktikan 1 hal, PRESTASI. Mereka ada, mereka bisa. Sementara manusia yang normal, seperti gue misalnya, apa sih yg sudah gue lakukan? kadang take it for granted pada apa yg gue punya.

Waktu itu, Dik Doank yg jadi host bilang gini "kita kadang suka emosi sama anak kita sendiri, kok bandel2 amat. Sekarang coba lihat anak2 ini? Gimana kalo bapak dan ibu punya anak2 seperti ini?" Maksudnya, syukurilah apa yg kita punya. Hal yg mudah diucapkan tp selalu lupa untuk diterapkan yaa (buat gue sendiri nih...). Dan tambahan dari gue sendiri, kalo bapak/ibu punya anak yang sulit diatur misalnya, mgkn ada baiknya sekali waktu anak2nya dibawa mengunjungi kawan2nya yang berkebutuhan khusus seperti ini, biar mereka liat, dengan keterbatasan yang dimiliki anak2 ini, mereka berjuang untuk mandiri dan berprestasi. Maap yaa... mgkn ini sebuah nasehat yg sotoy banget dari seseorang yg nikah jg blm, apalagi punya anak. Tapi gue sendiri memang memandang anak2 ini sebagai sebuah inspirasi, bahwa gue juga harus berjuang dan berprestasi. Kalo mereka bisa, seharusnya gue bisa jauh lebih baik kan...??!

Bagi siapa saja yang membaca postingan ini dan berminat untuk join dengan komunitas DS, silahkan saja kesini www.potads.com atau downsyndrome_indonesia@yahoogroups.com . Jika ada yang ingin tau forum untuk kebutuhan khusus lainnya, mgkn bisa ditanyakan via komunitas tersebut.

Nahh berikut ini adalah sekelumit kegiatan mereka pada perayaan tersebut. Maaf... aku cuma bisa melakukan ini untuk kalian, manusia2 luar biasa...




Irfan (7), dari pengamatanku sekilas, Irfan ini moody dan rada keukeuh juga. Sebelum acara mewarnai dimulai Irfan sdh pukul2 drum, disuruh brenti ndak mau dan sempat ngambek. Saat mewarnai, kadang2 ogah2an, padahal Irfan itu mewarnainya sudah bagus, sudah bisa rata dan tidak terlalu acak2an, komunikasi Irfan pun bagus, cuman kata ibunya "dia mah semaunya dia aja mbak, kadang niat, kadang ogah2an". O iya, sbnrnya foto ini gak sengaja lho, tadinya mo njepret si Husin yg di belakangnya Irfan, tp tiba2 Irfan nengok, jadilah begini. Terima kasih Irfan...



Axl (5), anak dari seorang kawan. Melihat perkembangan Axl membuat aku terharu. Mgkn karena kami sudah lama tidak bertemu ya. Dulu itu butuh waktu buat Axl saat bertemu dgn org baru, pemalu gitu, tp yang kuingat dengan baik, Axl suka musik, tiap mendengarkan musik, Axl selalu menggoyang2kan kepala dan menirukan org main drum. Nahh kemarin ini, saat pertama kali ketemu, Axl sudah mau salaman, diajak ngobrol mau, sudah mengenal warna dengan baik, nama2 binatang, menyebutkan huruf, bahkan kata mamanya sudah tau tulisan namanya, mama, papa, cio (adiknya), kamar mandi dan sikat gigi. Pinter ya Axl...




Kevin (15). Sepertinya bukan DS, tapi aku ndak yakin apa. Karena selain tidak memiliki ciri2 fisik anak DS, Kevin juga cenderung memperlihatkan emosinya, sementara anak DS biasanya pemalu. Emosi Kevin antara marah dengan excited tu sama, jadi kesan yg ditangkap pada umumnya adalah ngambekan. Aku sendiri jg bingung gitu, awalnya dia sempat ndak suka aku deket2 dia, ya udah deh pura2 tdk memperhatikan Kevin. Tp saat aku buat foto ini, dia tiba2 senyum dan gak marah, malah stl itu ngasih tos ke aku. Sepertinya dia baru ngeh aku bawa kamera, dan selanjutnya dimanapun dia liat aku, dia excited dan minta difoto, hehe. Yang membuat aku terharu, ternyata Kevin bisa menulis namanya sendiri, hebat...!





Ternyata ciri2 fisik anak DS bisa saja tersamar karena ras. Contohnya seperti Nabila (kiri) dan Syamila (kanan), mereka ini terlahir dari keluarga keturunan Arab, mgkn karena gen yang kuat, penampilan fisik mereka berdua ini sedikit berbeda dengan kawan2 DS lainnya, apalagi Nabila, kalo anak DS pada umumnya berambut lurus, lemas dan tipis, Nabila berambut keriting, lucu deh...
*Duuhh maap ya dek, aku motonya gelap begini... padahal kan kalian cakep2...




Aulia (14) (kiri) dan Yusran (kanan) adalah kakak beradik. Aulia adalah peyandang DS, tetapi kalo Yusran (menurut ibunya) hiperaktif. Aulia sudah dalam tahap mudah diatur, anteng, dan bisa diajak bercakap2. Sementara adiknya, mgkn karena hiperaktif yaa, tidak betah melakukan sesuatu dalam waktu lama, alesannya "capek ma..." hehe. Sbnrnya dari gayanya aja udah ketauan kan tuh. Tapi aku salut banget dengan ibunya, begitu tegar walopun dititipi Allah 2 makhluk spesial, dia bilang "Dua anak saya hebat2 ni tante, semua hebat...!" Ibu yang hebat...




Rayhan (kiri) dan Aziz (7) (kanan) contoh anak2 yang pemalu. Rayhan aku tanya cuman nunduukkk aja, sementara Aziz, ketauan kalo diliatin saat mewarnai, langsung kegiatannya dihentikan. Tapi hebat ya mewarnainya...


Alif (8) is one of my favorite. Tau kenapa? selain karena kami memiliki kesamaan, sama2 suka motret, dia juga tipe anak yang ceria, semangat dan support temennya. Saat Aziz muntah misalnya, dia kasih semangat, saat kakak2nya main drum, dia sendir yang joget a la metal, saat si Kevin marah, dia bilang "gak boleh, yang sabar..." (diucapkan sambil ngelus dada) hehehe lucu... Ini sbnrnya adegan dia lagi motret pake kamera HP nih. Mudah2an kita kelak jadi fotografer beneran ya dek...



Nonik (23), penyandang tuna grahita and an inspiration. Prestasi Nonik dibidang menari dan bahasa Inggris. Percaya nggak? Nonik ini mengajar bahasa Inggris untuk anak2 lho (duuhh terharu). Dan saat acara ini, selain menari Nonik juga membaca puisi dalam 2 bahasa (Inggris n Indo). Hebat Nonik...!


Stephanie (17) memainkan 2 buah lagu untuk acara perayaan hari Down Syndrome sedunia. Selain mahir bermain piano, Stephanie juga juara Olimpiade anak kebutuhan khusus untuk cabang olahraga renang. Hebat yaa...


Edo memainkan drum dengan diiringi alunan musik Laskar Pelangi dan lagunya D'Massiv (maap lupa judulnya, huhu). Dan 2 cewek2 dibelakang itu dengan antusias menjadi vokalis buat Edo. Ternyata biar kata DS, ndak menutup kemungkinan untuk menjadi banci tampil, hehe. Keren deh pokoknya.


Dodo memainkan drum instrument, maksudnya dengan membaca partitur saja (bener gak ya istilahnya?). Dodo nggak kalah deh sama drummer2 yang lain... apalagi pake adegan memutar2 stik drum ditangan segala... keren deh...


Cewek juga gak mo kalah nih. Zeina (kiri) unjuk kebolehan main drum. Soal gaya mah Zeina udah metal deh, cocok jadi drummer. Sementara Haifa (kanan) menonton dari dalam becak dengan muka ditekuk. Maksud hati... Haifa masih ingin tampil, tp apa daya waktunya ndak cukup, jadilah dia ngambek begitu.


Nahh ini... adik2nya ndak mau kalah dengan kakak2nya yg udah main drum. Mereka memainkan 4 macam alat musik yg berbeda, dan membawakan 4 lagu yang berbeda pula. 2 anak yang ditengah2 itu bukan DS, tapi CP (Celebral Palsy). Bermain musik dapat membantu mereka melatih syaraf2 motorik.

Akhir kata mohon maap kalo ada salah2 kata :)
Read More ..

Sunday, March 08, 2009

Manasik Haji Sekolah Alam

"gak siap..."


Kira2 seminggu yang lalu, gue dimintai tolong seorang kawan untuk motret manasik haji untuk murid2 TK Sekolah Alam. Dan berhubung gue orangnya apa2 mau (hahaha), mestilah tawaran itu sulit ditampik. Ya iyalah masa' mo nolak, ini akan jadi pengalaman gue motret anak2 :)

Bener kan... ternyata memotret anak2 adalah hal yang menyenangkan. Ekspresi mereka begitu jujur dan apa adanya. Pada umumnya mereka gak peduli ada orang dengan kamera yg selalu mengintai tingkah laku mereka dan siap mengabadikan momen2 yang mereka buat. Bagi mereka gue gak eksis, kalo pun 'ngeh', mereka justru pengen tau dengan kameranya, yang lensa kamera gue dicolok2 lah, ato cuman ngeliatin gue dengan bengooong doang, mgkn dipikirnya "mo ngapain sih ni org?". Kalo pun disuruh gaya, pastilah mereka bikin gaya yg semaunya mereka sendiri, khas anak2...

Duhh Alhamdulillah gue dapet kesempatan seperti ini, dan sepertinya belom puas tuh untuk motret anak2. Malah pulang dari sana gue jadi pengen ngajar, pengen berdekatan dengan dunia anak2 yang masih murni dan belum terkontaminasi. Bagi gue pribadi, dunia anak2 memberikan kesegaran tersendiri, dengan tingkah laku yang menggemaskan dan aneh2, yaa namanya juga anak2... :)


Ceritanya pas ngambil miqot nih. Tuh kan... ada yg iseng, ada yg anteng, ada yg bengong, ada yg begaya...




Nahhh kalo yang ini pas di padang Arafah, semua disuruh berdiam diri, gak boleh ada yg ngobrol, mesti dzikir. Yaa hasilnya gini nih... ada yg bengong, ada yg nyimak, ada yg ngantuk, ada yg ngeliatin gue, ada yg asik sendiri....






Nahh ini ceritanya pas dimana tuh? yg mo ngambil batu (kerikil)? Muzdalifah yaa? tapi kok batunya gede amat ya bu guru?




Setelah dari Muzdalifah lalu lempar jumroh. Biar kata batunya lumayan gede, untungnya gak ada timpukan nyasar ke temen2 yg laen ato ke kamera :)



Trus tawaf deh... tapi kok pada lari2an ya bu guru? tawaf kan mestinya jalan kaki biasa aja tho? biar cepet selese kali ya bu guru? :)





Nahh ini ceritanya pas sa'i dari bukit shofa ke bukit marwah.





Nahh terakhir tahalul. Lucu deh, banyak yg takut untuk tahalul, mungkin udah ngeri duluan liat pak guru bawa gunting. Dikirain rambutnya mo dibabat abis kali yaa...





Abis "naek haji" acaranya foto kelas. Tadinya posenya pada diem aja, tp berhubung gue pengen yg natural, jadilah gue bilang "eehh teman2, boleh pake gaya lho..." Jadilah seperti ini. Ada juga sih yg lebih gak kompak lagi :)




Asiknya di Sekolah Alam, abis "naek haji" bisa langsung nyemplung ditaman yg berubah jadi empang karena ujan semaleman.



Catatan si Rey:

Episode kali ini gue jadi kayak bu guru nih. Menarik sekali sih memperhatikan tingkah laku anak2. Gue baru tau betapa jauh perbedaan kelakuan antara anak laki2 dan perempuan. Kalo dari pengalaman ini ndak ada sih anak yg masih suka berontak, lari2an yang bandel banget gitu, tapi tetep aja yaa... mereka suka semaunya sendiri dengan cara yang halus. Menarik... Mudah2an next time dapet kesempatan motret kegiatan anak2 yg laen :)
Read More ..

Thursday, February 26, 2009

Republik Petruk

Ini ngambilnya gak sengaja, tiba2 njepret... ehh miring.

Makin lama blog gue tampaknya mengalami pergeseran nilai nih. Kalo dimusik kan ada tuh tembang2 lawas. Nahh sama tuh ama blog gue sekarang, lawas... Lawas apdetannya maksud gue (bukannya dari dulu udah gitu yaa?). Abis gimana yee... sekarang ngeblog sesempetnya aja sihh... (bukannya dari dulu juga demikian?).

Episode kali ini sebenernya untuk memuaskan salah seorang penggemar yg pengen liat foto2 gue, waktu nonton teater koma akhir Januari lalu. Padahal udah gue bilang foto2nya biasa aja, eehh dia keukeuh jumekeuh pengen liat ”gue gak nanya pendapat elo, gue pengen liat foto2 lo” deuu... galak amat.... Ya sud lah... daripada gue aplod di fesbuk, mending disini aja deh, biar sekalian cerita dikit.

Pentas teater koma yang bertajuk “Republik Petruk” mengetengahkan tentang pemanfaatan kekuasaan oleh Petruk karena dititipi jimat Kalimasada. Cerita berawal dari Mustakaweni yang ingin balas dendam kepada Arjuna atas kematian ayahnya, Niwatakawaca (bener gak ya? Mudah2an bener deh). Satu2nya jalan membunuh Arjuna adalah dengan mencuri jimat Kalimasada yg sakti mandraguna. Untuk meluluskan rencananya tersebut, Mustakaweni menyamar menjadi Gatotkaca. Dan berhasil...!! Mustakaweni berhasil mengelabui Sembadra, eh Drupadi (sing bojone Pandawa ki sopo? Drupadi tho?) untuk menyerahkan jimat tersebut pada si Gatot alias Mustakaweni. Jimat Kalimasada langsung dibawa kabur.

Dengan jimat tersebut tidak ada yang bisa menandingi Mustakaweni yang mendadak sakti. Mustakaweni merajalela. Srikandi yang berniat merebut jimat tersebut langsung runtuh dihajar Mustakaweni. Bahkan Pandawa (kecuali Arjuna yang saat itu sedang tdk ditempat) pun keok.

Disaat suasana kritis seperti itu, tiba2 datang Bambang Priyambodo yang ingin bertemu dengan ayahnya, Arjuna. Srikandi yang cerdik memanfaatkan situasi tersebut, dia bersedia mempertemukan Bambang Priyambodo dengan Arjuna, tapi dengan catatan si Bambang harus menaklukkan Mustakaweni dan merebut jimat Kalimasada.

Singkat cerita Mustakaweni akhirnya takluk ditangan Bambang Priyambodo. Bukan karena Priyambodo lebih sakti, melainkan karena hati Mustakaweni terlanjur klepek2 saat bertemu dengan Bambang Priyambodo yang ceritanya guantengg. Jimat kalimasada berhasil direbut. Dalam suasana genting dan hiruk pikuk, si jimat dititipkan ke Petruk, dan Petruk pun lari menyelamatkannya.

Nahhh saat Petruk lari membawa jimat kalimasada, Batara Guru dan Batara Narada ngompor2i Petruk untuk memanfaatkan jimat tersebut semaksimal mungkin ”kesempatan tidak datang dua kali”. Akhirnya... dengan jimat tersebut Petruk menaklukkan kerajaan Lojitengara dan menjadi Raja bergelar Prabu Petruk Belgeduelbeh Tongtongsot.

Dengan pemerintahan nyantai ala Petruk, Lotijengara menjadi negeri yang makmur. Pejabat takut korupsi, polisi bersikap baik, dedikatif, KKN dan berbagai penyelewengan atas nama demokrasi memang marak, tapi terkendali. Dalam memerintah, Prabu Belgeduelbeh malah banyak makan, pesta, nyanyi dan nari. Namun Lojitengara tidak lama berjaya, karena toh itu negeri jadi2an.

Ini kali kedua saya menonton pertunjukan teater (kesian yaa...), sebelumnya waktu kelas 1 SMA (hahaha lama amat), itu pun karena tugas sekolah. Jadi... bagi saya sendiri, pertunjukan ini seperti nostalgia. Durasi 4 jam sungguh hampir tidak terasa, karena disetiap adegan tidak pernah membosankan, dialog2nya segar, menghibur dan sering tidak terduga dengan penggunaan bahasa2 gaul. Mungkin satu2nya adegan yang membosankan adalah pada awal babak kedua dimulai, saat adegan goro2 (Semar, Gareng, Bagong, minus Petruk). Menurutku dialog2nya berat, terlalu filosofis, bikin mata juga ikut berat (wis wayahe turu kok dikon mencerna sing serius2...?). Tapi secara keseluruhan... sungguh 4 jam yang menghibur, terlebih lagi bila mengingat pertunjukan ini digelar selama hampir sebulan, tentunya dibutuhkan komitmen dan konsistensi yang luar biasa agar performa tetap terjaga kualitasnya dari awal hingga akhir periode pementasan. Kebetulan saya menonton di hari kedua yang terakhir, dan saya terhibur :). Selamat buat Teater Koma. Keep up the good work...! (taelahhh kayak gue sapa aja...).

Oh iya, ini ni foto2nya, diambil dari balkon (karena tiketnya murah), dan beginilah hasilnya. Semoga berkenan... :)


Mustakaweni yang sesumbar ingin membunuh Arjuna

Pandawa



Gatot kaca yang dirasuki Mustakaweni mendadak menyembah mbok Cangik

Drupadi saat mengeluarkan jimat Kalimasada


Betara guru dan Narada. Kalo di wayang orang : "pak pung pak mustape, kali code sopo sing nggawe?"


Prabu Petruk Belgeduelbeh dan istrinya Ambarwati



Petruk saat menerima laporan dari salah satu mentrinya. Sambil makan...


Tau gak seehh... beberapa foto gue ilang. Abis motret gue sempet liat2 hasilnya sekilas, trus udah tuh gue diemin. Eehh pas semalem liat lagi "lho kok jadi pendek?? kok kayaknya ada yg ilang??" Gak tau deh tu mengapa demikian, padahal gak ngerasa ngapus juga. Tp alhamdulillah ya yg ilang cuman beberapa, gak sampe 100 foto :))

Catatan si Rey:
Lakon ini kan sebenernya diangkat dari kisah pewayangan yaa...?! Ditengah2 nonton pertunjukannya, mendadak teringat waktu masih muda dulu (wkt masih kecil gitu), gue sering nonton wayang orang di Sriwedari (Jawa banget ya gue...). Sampai skrg pun Sriwedari masih eksis (ato dipaksakan tetap hidup?), dengan harga karcis dan jumlah penonton minimalis, yg kondisinya bertolak belakang dengan penonton Teater Koma ini yang kapasitasnya hampir terisi penuh. Sungguh miris... Adakah yang bisa kulakukan?

Read More ..

Wednesday, January 28, 2009

1 Suro



Seperti biasa saya selalu terlambat, terlambat posting maksudnya. Kali ini mo cerita soal 1 Suro, tapi bulan Suro-nya udah kemanaaa... sekarang baru cerita. Yaa maklum deh, beginilah kalo masih jadi kuli, niatan posting selalu tertunda2.

Bagi sebagian masyarakat kita (orang Jawa pada khususnya), 1 Suro selalu diidentikkan dengan hal2 mistis. Kan ada tu pelemnya "Malam 1 Suro", yang maen Suzana. Dari nama pemainnya saja sudah bisa ditebak bahwa isinya ndak ada sama sekali yang menyangkut sejarah, yang ada berbau mistis dan alam gaib.

Saya sebenernya tertarik dari sisi sejarah, "ada apa sih dengan 1 Suro?". Dan dari sekian banyak keraton yang masih eksis (dalam arti kata aktip), Kasunan Surakarta Hadiningrat (bener gak ya nyebutinnya?) masih menjalankan ritual kirab pusaka pada malam menjelang 1 Suro. Kalo keraton2 lainnya saya ndak tau ya, apakah mereka juga menjalankan ritual khusus menyambut hadirnya 1 Suro ato tidak.

Kebetulan pada perayaan 1 Suro kemarin, saya berkesempatan untuk ikut perayaan tersebut. Konon kirab 1 Suro sudah dilakukan sejak keraton Surakarta berdiri, dengan tujuan untuk memohon keselamatan keraton. Nahh... saat kirab ini, semua pusaka keraton dikeluarkan, yang sebelumnya sudah dijamasi (bukan dikramasi ya, awas salah mbaca...!) alias dicuci, jadi namanya kirab pusaka. Kirab ini diawali oleh barisan kebo bule yang katanya ke-empat2nya (saat itu hanya ada 4) bernama Kyai Slamet. Kirab dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi (kawasan) keraton dari menjelang tengah malam hingga keesokan subuhnya. Bahkan para abdi dalem melakukannya dengan bertelanjang kaki. Untuk acara kirab ini, seluruh abdi dalem mengenakan baju hitam, kecuali saya yang pede sendiri pake baju putih, hehehe (maap ndoro... abis ndak ada lagi).

Kebo bule Kyai Slamets (karena kebonya banyak) sudah ada sejak awalnya keraton Surakarta ada (kalo ndak salah...) dan dipercaya membawa berkah. Dan karena anggapan inilah Kyai Slamets dibiarkan bebas begitu saja, toh nyatanya sudah turun temurun mereka berkeliaran disekitar keraton dan tidak pernah kabur. Pernah ada cerita, kebo bule suatu hari jalan2 ke pasar (krn letak keraton dan pasar memang dekat) dan disana memakan sayur mayur yang dijual pedagang, tapi karena dipercaya membawa berkah, mereka dibiarkan saja, mungkin pedagang berpikir, dengan dagangannya dimakan kebo bule, nantinya dagangan akan laris manis tanjung kimpul, dagangan laris, senyum simpul (halahhh...).

Bukan soal itu saja, bahkan kotoran kebo bule Kyai Slamet juga dipercaya membawa berkah. Lalu apa yang terjadi? ketika salah satu dari mereka membuang kotoran, masyarakat langsung berebut mengambil kotorannya. Bagi kita orang awam, mgkn kelihatannya jorok, tapi yang jelas efeknya jalanan menjadi bersih seketika, hehe. Ternyata bukan itu saja yang menjadi rebutan, air bekas menjamasi pusaka juga dijadikan rebutan, dengan kepercayaan yg sama...; bisa membawa berkah.

Kirab pusaka setiap 1 Suro ternyata masih menarik bagi sebagian besar masyarakat Solo yang hingga kini masih bersedia penuh sesak memadati jalan2 yang dilalui rombongan kirab, dengan tujuan untuk menonton. Namun seiring dengan berjalannya waktu, tentu banyak nilai yang berubah di masyarakat. Jika dulu penonton kirab pusaka menyaksikannya dengan penuh khidmad, patuh dan kooperatif, kini tidak lagi. Berjubelnya manusia yang sulit diatur, bahkan untuk membuka jalan bagi rombongan kirab saja sulit. Bisa ditebak, ujung2nya malah terjadi keributan.

Bagi saya 1 Suro masih menyimpen misteri, bukan karena hal yang mistis, tapi karena setelah bertanya2 kesana kemari tetap tidak menemukan jawaban logis ato latar belakang yang kuat tentang ritual 1 Suro, bahkan banyak hal lainnya di kebudayaan Jawa (lho? jadi melebar yaa?). Seperti untuk apa semua pusaka dikeluarkan pada malam menjelang 1 Suro? apakah tadinya dengan alasan ingin memperlihatkan pusaka2 yang dimiliki Keraton pada masyarakat? Lalu apa sih yang melatarbelakangi kotoran kebo bule bisa membawa berkah? Siapa sih yang awalnya bikin gara2? (hehehe). Lalu apa sih sebenernya peranan kebo bule Kyai Slamet? sehingga mereka diperlakukan istimewa? Apa dulunya punya andil terhadap keraton? bekerja keras untuk keluarga keraton misalnya, ato ada andil saat perang kemerdekaan? (imajinasi logika saya sungguh memprihatinkan yaa...) Yahh pokoknya masih banyak lah pertanyaan dibenak saya, dan blm menemukan jawaban yang memuaskan (bagi saya).

Bukan soal itu saja. Bahkan ketika saya ijin untuk memotret acara ini, saya disarankan untuk memakai samir sebagai penolak bala. Knp? apa kalo ndak pake samir nanti tertimpa musibah gitu? Saya sendiri mengikutinya semata2 hanya karena menghormati pihak keraton, itung2 punya suvenir juga, hihihi. Tapi yang membuat saya lebih sedih, ketika beberapa waktu sebelumnya saya berkunjung ke Keraton (bagian museumnya...). Saat tiba disebuah ruang yang berisi gong besar dan diorama pentas wayang kulit, sang gaet (guide maksudnya) mulai menjelaskan hal2 mistis "disini pernah ada uji nyali bla bla bla", dan begitu seterusnya, isinya hanya penjelasan mistis "uka-uka" dan "uji nyali". Sepertinya lebih menarik jika sisi sejarahnya dikedepankan (bagi saya lho yaa...), seperti misalnya... sejarah apa sih yg terkandung dalam sebuah peninggalan?

Apa mungkin memang tidak semua hal bisa diceritakan secara logis dalam budaya kita? Apa memang sejarah dan budaya kita tidak bisa lepas dari hal2 mistis dan magis? Ya sutra lah... daripada bingung, mending liat foto2 saya yang kurang oke, hehehe... maklum sudah lama ndak "turun gunung", sekalinya "turun" tengah malem plus jalan kaki pula, byuh byuh byuh... O iya foto2nya so pasti goyang duyuuu... karena low light mbakyu... kan ndak boleh pake flash... takut kebonya kocar-kacir. Yukk marii...

Pengiring kebo bule, sebelum kirab dimulai melakukan ritual doa dengan sesajen


Abdi dalem yg duduk didalam areal keraton, sebelum kirab dimulai



Susah banget ni motret kebo bule. Tau sendiri lah kebo, pastilah ndak bisa diem, menga mengo terus, jadinya kalo dipotret ambyar (kyk nggoreng peyek yaa?). Ini foto yg paling mending.



Dan kirab pun dimulai...


Rombongan kirab melewati alun2 Utara

Suasana jalan di kota Solo, penuh sesak dipadati masyarakat yang antusias melihat kirab pusaka 1 Suro.

Catatan si Rey :
special thanks buat Repondes Sunundriyo (gue suka namanya nih, hehehe) dan eyangnya atas bantuan yg diberikan. Tau gak Repondes artinya apa? REbo PON DESember, kekekeekekkk... makanya gue suka namanya, unik... =) Read More ..

Tuesday, December 02, 2008

Kalender

Pagi menjelang siang, mendadak ada yang berbaik hati membagikan kalender perusahaan, padahal biasanya mah... boro-boro... ada juga tu kalender dibiarin begitu aja hingga kadaluarsa menghinggapi dirinya. Yang mengejutkan adalah kata2 si pembagi "Rey-san, here's a calendar for you. It reflects your proposal" dhueengg..!!

Sedikit flashback, beberapa bulan yg lalu juragan melemparkan sayembara kepada rakyat jelata "ayo... ayo... barang siapa yang memiliki ide bagus untuk kemajuan juragan korporesyen bersama rakyatnya, akan diberi imbalan sepantasnya". Selaku rakyat jelata yang tidak bisa diam, dan berusaha menjadi rakyat yang baik bagi juragannya, gue melemparkan ide2, salah satunya adalah berkenaan dengan perkalenderan juragan korporesyen itu tadi, biar kesannya juragan itu bonafid gitu lho...

Bulan2 berlalu, dan diumumkanlah siapa saja yang kira2 idenya bagus utk juragan. Alhamdulillah salah satu ide gue diterima, tapi justru ide yang tidak gue perhitungkan dan malah gue lupa pernah melemparkan ide itu ke juragan, tentang penjaga pintu gerbang juragan korporesyen yg manis2. Lho kok yg itu yaa? tapi ndak papa lah... alhamdulillah ada yg nyangkut.
Sampai hari ini, ketika sang mandor mbagi2 kalender trus ngomong gitu... "It reflects your proposal", maksute opo yo? apakah ternyata gue dan juragan punya ide yang sama untuk bikin efek bonafid pada kalender? Pas gue liat2 kalendernya, it was exactly my proposal. Kira2 sapa duluan yaa? hiks... lalu sifat egois mulai meraja, inginnya sih bilang "hey... it was my idea! you should give me a credit for this one too!" Tp toh gue gak tau apa emang juragan sudah kepikiran soal ini sebelum ide tersebut gue hembuskan, apa emang terinspirasi hembusan gue?? yaa... gak tau sapa yg berhembus duluan dan sapa yang dihembus deh... gak ada barbuk. Aahh sutra lah butet... mungkin memang begini jalannya (deu... pasrah amat...).

Lucunya, salah satu alasan gue niat banget kirim sayembara adalah untuk membuat jebakan batman buat juragan, eehhh lha kok skrg malah sepertinya batman-nya sendiri yang kejebak, hehehe... tau gitu gue jadi Tintin aja (lho??) :D

Catatan si Rey:
wah beneran jadi blog curhat deh ni, apalagi episode kali ini gak ada unsur catatan perjalanannya =) Dan hikmah tulisan kali ini adalah... penggunaan bahasa Inggris lebih banyak dari biasanya, hehehe :D
Read More ..

Wednesday, November 26, 2008

Perjuangan...

Udah 2 hari ini gue dateng telat. Hari Senen gue nyampe jam 9, gara2 macet yang amat sangat, biar kata Jakarta emang macet, tapi senen kemaren itu gak tau lah kenapa, macetnya ajegile banget, busway aja gak bisa lewat jalurnya dengan nyantai, saking jalurnya sendiri udah penuh ama mobil2 pribadi yang lupa identitas dirinya kalo mereka bukan busway. Yaa pokoknya telat dengan sukses lah gue.

Nah hari Selasanya, entah kenapa... keajaiban kembali terjadi. Itu busway pada kemannnnaaaa yaa?? kok tidak datang2...??!! Entahlah apa yang terjadi dengan dirinya. Banyak penumpang terlantar keleleran dengan resah dan gelisah, harap2 cemas, dan hatinya mulai panas, karena busway tak kunjung datang bergegas (halahhh). Kurang lebih 30 menit kemudian baru si busway datang. Yahh otomatis lah... telat maning... telat maning... tapi kali ini dengan catatan waktu lebih baik, 08:48 :)

Okey, berdasarkan pengamatan dan pengalaman gue selama naek busway, gue gak mau dong... terjerembab ke jurang yang sama, so... I decided to do something (ciee akhirnya gue pake bhs inggris nih), I have to do something, at least I do something to work it out. Kira2 gitu deh kata2 yang berputar2 dibenak gue saat itu. Maka dengan semangat 45... 6, gue memutuskan untuk "selingkuh" dengan koridor 2. Kalo secara jarak tempuh, koridor 2 emang lebih panjang nan jauh dibanding koridor 4, tapi gue amatin bisnya lebih banyak dan titik kemacetannya lbh sedikit. Kalo gak nyoba sapa yg tau tho? maka marilah "berjudi" saja (gambling maksudnya), yang penting usaha.

Ternyata usaha gue gak buruk2 amat, dalam jangka waktu +/- 45 menit gue dah nyampe Harmoni, gue tinggal ngantri busway ke arah Blok M. Tapi ternyata sodara... sodara...!!! untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, alamakkk... antrian ke Blok M panjang dan lebar bener, seperti berusaha menyaingi antrian pembagian zakat fitrah di Pasuruan.

Lagi dan lagi, gue memutuskan untuk melakukan sesuatu yang dilarang bang Rhoma... "berjudi" saja. Akhirnya gue balik arah, naek yang arah kota, trus turun di halte berikutnya, lalu ngantri lagi yang ke arah Blok M. Agak rame juga sih, tapi gue pikir itu pilihan terbaik yg gue punya, dan yang penting gue udah usaha. Lalu apa yang gue dapat?? sebuah busway yang kosong brenti tepat didepan gue, hehehe... gue dapet hadiah tempat duduk. Sempet gue mikir "gila deh perjuangan gue sampe sebegininya, mgkn yang laen kagak ada kali nih yang kayak gini, pergi mah lancar aja... Apa segitu jauhnya sih rumah gue?" hiks...

Dan hasil akhirnya... teteuppp wae lah gue telat, tapi kali ini catatan waktunya lebih pendek lagi, 08:36. Berarti 3 hari berturut2 gue telat. Yaa gak papa lah, yang penting tadi gue sempet tidur nyenyak dibusway (lho?). Pokoknya hari ini perjuangannya aneh nian deh. O iya, fesbuk gue udah rada mencurigakan nih, hhmmm mesti siap2 kalo ntar diblokir, hehe (sbnrnya apa hubungannya fesbuk dgn busway yaa?).

Catatan si Rey
Kesian banget ni gue, udah keabisan bahan buat ngapdet, jadi biar tetep eksis akhirnya gue curhat juga, hiks... Mana curhatnya busway mulu pula, yaa kalo gak busway, soal angkot, berasa kenek banget ya? =D
Read More ..