Saturday, May 31, 2014

Inggris... Aku Datang...!!!

Regent's Park
Regent's Park, UK

Pede banget ya judulnya. Biarlah... bermimpi itu harus pede, jangan tanggung-tanggung, biar kesampean.

Kira-kira satu tahun yang lalu, saya merencanakan pergi ke Eropa, ikut rombongan seorang kenalan yang tidak begitu saya kenal (piye jal?). Setelah kasak-kusuk sana sini, membicarakan rute, tiket, dan belum tercapai kata sepakat, tiba-tiba saya diputus begitu saja, saya tidak bisa menghubungi kenalan saya ini lagi. Kasian banget gak ya, didepak begitu saja dan gak diajak travelling ke Eropa. Ya sudah lah, mungkin belum rejeki.

Setelah kejadian itu secara tidak sengaja saya cerita ke seorang sahabat yang sedang sekolah di Inggris. Dan dia bilang "iya ya, sebenernya gue sempet kepikiran mo nawarin elo ke Inggris, ntar lo stay sama gue aja, bla bla bla". Kok ya sebelumnya saya gak kepikiran sama sekali ada kawan di Inggris, kan bisa bikin rencana sendiri aja ke sana. Tapi sayang, ketika tawaran itu datang saya sudah terlanjur kehilangan mood, kehilangan momen tiket promo, dan duit sudah terpakai, klop banget.



Hingga suatu hari, seseorang di lini masa twitter meretweet kompetisi #InggrisGratis ini. Saya mulai berpikir, apakah ini jodoh saya? Setelah saya ditinggal ke Eropa tanpa kabar itu, mungkin inilah kesempatan saya bisa menjejakkan kaki ke Eropa, lebih tepatnya ke Inggris, gratis pula. Dan pertanda lain yang menguatkan saya untuk mengikuti kompetisi ini; tanpa direkayasa (ya iya lah...) saya ngetweet seperti ini di bulan Maret: 


Iya, sudah lama paspor saya terbengkalai begitu saja, 2 tahun, dan rasanya kangen gitu ke bandara, masuk ke bagian imigrasi, paspor dicap, dan cuss…! Terbang ke negara lain, melintasi benua, merasakan melek mata sudah di negara lain, menghirup aroma udara yang negaranya belum pernah saya kunjungi, berinteraksi dengan orang-orang lokal, menghadapi budaya yang berbeda, memiliki kesempatan untuk tersesat saat mencapai tempat tujuan, dan mengalami hal-hal aneh dan menggelikan dalam setiap perjalanan saya. Ah… saya rindu mengalami semua itu. Untuk itulah saya mengambil kesempatan ini, untuk MEMENUHI sebuah KERINDUAN akan TRAVELLING, dan kembali merasakan semua sensasi tadi.

Dan kok ya kebetulan sekali ya saya ngetweet seperti itu, jangan-jangan itulah FIRASAT bahwa saya harus ke Inggris (huehehehe pede banget), dan kalau tidak dicoba mana tahu kalau ternyata firasat itu bisa menjadi benar, iya kan?

Oiya di atas saya sempat menyinggung bahwa saya punya sahabat yang tinggal di Inggris, dia adalah sahabat saya sejak SMA. Kami sempat lose contact selama beberapa tahun, tapi alhamdulillah nasib kami masih jauh lebih baik dibanding MH370, karena saya masih bisa menemukan sahabat saya ini, dan dia di Inggris sekarang. So I think it will be such a great surprise for her if one day i send her whatsapp message saying "Ana, ketemuan yuk, gue lagi di Inggris, dapet undangan gratis", whaaa… pasti dia hepi banget (ato malah berpikir itu hoax? hahaha). So… saya ingin BIKIN SURPRISE dengan MENGUNJUNGI SAHABAT saya di Inggris, yah walaupun saya tahu… jadwal travellingnya akan padet banget, karena kita akan mengunjungi 7 stadion di Inggris, dan 7 tempat ikonik di Inggris dalam 7 hari. Tapi mudah-mudahan ada waktu longgar disela-sela itu untuk bertemu dengan sahabat saya, walaupun hanya sekejap.

Berbicara mengenai stadion, pastinya sekian ribu orang yang mengikuti kompetisi #InggrisGratis ini sudah menuliskan betapa mereka begitu mengidam-idamkan mengunjungi stadion sepak bola klub tercinta yang mereka bela mati-matian, dan untuk itulah mereka harus ke Inggris. Saya juga demikian, walaupun sebenarnya saya seorang tifosi Juventus sejati (nah lho "kiblat"nya beda), sesungguhnya saya memiliki hubungan yang manis dengan stadion. Saya PENGGEMAR STADION (lho?), eh tapi serius, saya memang suka banget sama yang namanya stadion, aneh ya. Pertama kali saya ke stadion itu saat SMA, dalam rangka try out, dan apa yang terjadi??! Saya seperti merasakan cinta pada pandangan pertama, perut mules, hati dag dig dug, excited setengah mati, pandangan saya tak bisa lepas dari hamparan rumput hijau di hadapan saya, dan alih-alih mengerjakan soal try out, saya cuma bengoooong aja ngeliatin lapangan, hahaha. Nah itu baru ngeliat stadion di GBK, gimana kalo mengunjungi 7 stadion di Inggris? Mungkin saya bisa mimisan sambil berdiri tertegun dengan mulut ternganga, oh… alamak. Mengunjungi ke-7 stadion itu tentunya akan menjadi pengalaman berharga bagi saya. Dan itung-itung pemanasan juga, biar kalau suatu saat ke Juventus stadium saya gak akan norak dan histeris di tempat.
Selain mengunjungi stadion, tentunya saya juga ingin mengunjungi tempat-tempat ikonik seperti Big Ben, Buckingham Palace, Westminster Abbey (saya ingin napak tilas kehidupan keluarga kerajaan nih di kedua tempat yang terakhir saya sebutkan itu), Trafalgar Square (yang namanya berasal dari pertempuran Trafalgar di tahun 1805), London Eye, Beatles Museum, and the last but not least... King's Cross Station..!
The train homeSelaku penggemar kereta api, akan menjadi suatu kebanggaan bagi saya bisa MENGUNJUNGI KING'S CROSS STATION, apalagi jika sempat naik Orient Express, pasti saya akan membayangkan sebuah pembunuhan terjadi di sebuah kompartemen di dalamnya. Tidak, saya bukan psikopat dengan khayalan yang mengerikan, saya hanya mengingat-ingat kembali sebuah novel karya Agatha Christie, the queen of crime, yang salah satu novelnya berjudul: pembunuhan di Orient Express. Oiya, apakah kita akan sempat mampir ke Scottland Yard? hehehe... lagi-lagi saya dan Inggris memiliki banyak hubungan, saya suka kisah-kisah kriminal dari penulis atau yang berlatar belakang Inggris, seperti Agatha Christie, Midsommer Murder, Sherlock Holmes. Ah sepertinya memang saya harus ke sana nih.
Terakhir, saya sebenarnya sedang mengerjakan sebuah project pribadi, project kecil sih memang. Ceritanya, saya kebetulan memiliki channel untuk berhubungan dengan anak-anak SD yang tinggal di Banggai, Sulawesi Tengah. Awalnya saya hanya diminta menulis surat untuk mereka, namun ketika itu saya berpikir, kalau saya menulis tentang diri saya tentu membosankan, oleh karena itu saya memiliki ide untuk mengirimkan foto-foto saya dengan disertai cerita, supaya anak-anak itu belajar dan mengetahui suatu hal baru. Naaahhhh sepertinya akan sangat menarik sekali jika saya MENGIRIMKAN mereka CERITA tentang INGGRIS, siapa tahu hal itu akan memotivasi mereka untuk belajar hingga ke jenjang yang lebih tinggi, supaya suatu saat nanti mereka bisa ke luar negeri.

Dan ada satu lagi, saya ingin sekali MENGIRIM KARTU POS DARI INGGRIS, kenapa? karena sepertinya kartu pos yang saya kirim dari Jakarta ke SD-SD ke pelosok Indonesia tak kunjung sampai. Saya kirim dari Januari ke Majene, tidak ada kabarnya sampai sekarang, begitu pula kartu pos yang saya kirim ke Halmahera Selatan di bulan April. Apa karena dua-duanya pakai prangko 2.500 ya? Jadi gak sampai-sampai, hahaha... tapi bukan salah saya juga, itu pak pos yang kasih prangko segitu. Nahh saya ingin membuktikan kalau mengirim kartu pos dari Inggris bisa sampai ke pelosok Indonesia (dengan lebih cepat? hehehe).



  
   

Sunday, May 18, 2014

Dibalik Sebuah Pengunduran Diri

This is my desk for years as an accountant. It was in a less messy condition, usually there are files and papers all over the desk.

I have resigned from that Tokijo Company for almost 2 years ago, it was in the end of 2012 to be exactly. Tipikal aku banget yaa... kejadiannya kapaann... nulisnya kapaann. Ini aja sebenernya baru "ngeh", mendadak teringat betapa dulu itu ketika memutuskan resign harus melalui proses yang panjang dan menggelikan. Bagi yang terbiasa membaca blog saya, pastinya sudah terbiasa pula dengan hidup saya yang aneh dan lucu. Nahh yang ini lucu juga. Dan sebenarnya sangat tidak banyak orang yang tahu cerita ini, karena kebanyakan manusia di kantor saya dulu termasuk dalam 2 golongan; kalo nggak golongan radio desa, ya golongan ember *moga-moga gak ada yang baca*, oh ada lagi deng golongan satu lagi, golongan kepo. So I faced every surprises and absurdity in my life alone, and I kept the story all by myself *kebayang gak sih, kalo ketemu hal yang konyol, ngekek ngekek sendiri, kalo apes, jadi pemain sandiwara, as if nothing happens*. And today, I decided to share this story in my blog, to complete my life story here #aw

Sepulang dari tanah suci akhir 2011 lalu, saya mulai berpikir serius dan mendalam mengenai hidup saya "mo jadi apa ya kalo masih kerja sama Tokijo mulu?! gimana mo dapet jodoh kalo kerja begini terus?! *lha kok ke situ ya?* tapi kalo resign mo ngapain dong?". Mungkin karena waktu itu tekad saya kuat banget, saya dipertemukan aja tuh dengan jalan yang dapat saya tempuh kalo saya resign nanti. Dan saking udah gak tahan banget, saya memutuskan akhir Februari 2012 saya resign, berarti saya harus submit surat pengunduran diri akhir Januari, fine!

Tapi apa yang saya lakukan??!! Saya mendadak urung. Saya mendadak iba dengan Tokijo dengan beberapa rakyatnya yang telah menyiksa saya bertahun-tahun itu. Jadi... setiap Juni kantor saya closing tahunan, dan yang paling mengerti accounting system luar dalam, ya cuma saya #ehem. Dan saya kasihan. Saya mengalah. Saya putuskan sebulan sebelum laporan tahunan selesai, saya cabut. Dan saya akan meninggalkan mereka dalam kekalutan, huahaha... ternyata saya masih penjahat. Oke, berarti rencananya mundur ya, akhir Mei resign, akhir April submit surat pengunduran diri. Dan niat jahat ini pun kusimpan sendiri sambil mesam mesem.

Akhir February saya menerima sebuah email pengunduran diri dari seorang IT consultant yang hubungannya udah baik banget dan kerja sama ama dia tu enak banget, dan biasanya kalo closing tahunan saya banyak berhubungan dengan si IT consultant ini. Jadi waktu terima email itu cukup membuat bengong yang agak lama "lha yang mo resign kan gue, kenapa jadinya gue yang ditinggal?? Ntar gue ama sapa dong pas closing?". Sebenernya beritanya cukup membuat hati saya tercabik-cabik dan syok banget, karena keduluan resign, tapi kalo reaksinya terlalu lebay di muka umum, pasti yang lain akan curiga, jadi saya berubah menjadi pemain sandiwara, pura-pura cool dan kalem.

Bulan Maret, Tokijo Korporesyen berniat untuk ikut pameran infrastruktur di bulan Mei, dan mereka butuh beberapa rakyat untuk dijadikan committee. Biasanya rekan saya se-divisi yang selalu dijadikan salah satu committee, tapi kali ini dia menolak permintaan juragan untuk dijadikan committee. Dan akhirnya juragan mendapuk saya untuk menjadi salah satu committee, yay...! Saya seneng banget, lumayan lah ada mainan baru ngurusin pameran, jadi gak monoton sama kerjaan yang itu itu aja, yang dikerjain sambil merem juga bisa #tsah. Berarti pas ya, setelah pameran saya resign.

Sekitar bulan April juragan memanggil saya in private *wow...*. Hati saya sempat deg deg plas memikirkan "hhmmm kira-kira kejahatan mana ya yang terendus oleh juragan?" gak kepikiran apa-apa, "kalo gitu kira2 dosa apa yang telah gue perbuat?" gak kepikiran apa-apa juga. Oalah... ternyata juragan berniat untuk mempromosikan saya, yaelahh kirain apa >>> sungguh belagu banget. Wajah juragan berbinar-binar ketika itu, sementara wajah saya kalem bin lempeng kayak kurang darah, gak bernapsu sama sekali. Akhir April kan seharusnya saya submit surat resign, lha kok ini malah mo dipromosi?! Jujur aja ya, waktu itu saya udah gak peduli ama promosi, bahkan bonus. Itu saking udah gak tahannya tuh. Tapi lagi lagi... ternyata saya masih berhati malaikat, masih kasian sama juragan yang semangat banget mau promosiin saya. Lagipula kalo resign akhir Juni lumayan lah, dapet bonus #eeaaa.

Rencana kayaknya udah rapih banget nih, pertengahan Mei pameran, trus abis itu cuti ke S'pore, akhir Juni resign, cakep...! super cakep...! Tapi ada yang terjadi??! Pada suatu malam, 2 minggu menjelang pameran, sepucuk email dari penyelenggara datang, setelah nulis ngalor ngidul, intinya mereka bilang: THE EXHIBITION WILL BE POSTPONED UNTIL UNDETERMINED PERIOD OF TIME. Alamaaakkk...! Bak tersambar petir di malam hari. Adakah dalam sejarah, sebuah pameran besar yang melibatkan perusahaan2 besar dan instansi pemerintah diundur secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, dan dalam tempo yang tidak ditentukan?! Tentu tidak...! Ini pasti karena saya yang ngurus pameran, pokoknya kalo ada saya, segala hal yang ajaib bisa saja terjadi #hiks. Kalo tidak percaya, buktikan saja, hahaha. Dan itu saking syoknya, emailnya saya baca berulang-ulang sampe besoknya juga, bahkan sampe acara stalking ke venue segala demi mendapatkan sebuah alasan "why?", ah kurang kerjaan banget lah.

Lemes... Mo resign aja kok drama banget gini ya, udah kayak bikin sinetron. Tapi ya udah lah mo diapain lagi. Saya gak mikirin pameran, mo pameran kapan pun terserah, saya mo resign duluan. Sebagai tanda permintaan maaf penyelenggara kepada peserta pameran, mereka memberikan tiket gratis. Jadilah awal Juni saya malah nonton konser NKOTB dan BSB. Ini kenapa jadi ada acara nonton konser segala gini...?!

Okeh, niat awal harus tetap terlaksana. Bikin rencana ulaang...! Semangaaatt...! Jadi gini, saya perkirakan semua pekerjaan saya selesai akhir Juni, awal Juli akan ada pengumuman promosi secara official, dan saya akan menerimanya dengan pasrah, biar juragan saya bangga juga pada akhirnya mempromosikan rakyat jelatanya, yang mana seharusnya dilakukan beberapa tahun lalu. Tapi setelah itu saya akan kasih kejutan untuk juragan dengan mengajukan surat resign...! huahaha... ternyata saya masih penjahat. Jadi kira-kira awal Agustus saya resign, trus saya pergi umroh Ramadhan deh... Sungguh sebuah rencana yang indah dan ciamik sekali, bukan? Hehehe...

Demi menuntaskan pekerjaan saya tepat waktu, saya rela lembur di hari Sabtu *karena bayarannya juga gede sih #ehem*. Hari Senin-nya menjadi hari yang lebih ringan bagi saya, selangkah lagi mengajukan surat resign, yay! Tapi malam harinya, pada tanggal 25 Juni 2012 itu, sekitar pukul 21.15 sebuah motor ugal-ugalan menerjang ojeg yang saya tumpangi tanpa ampun, tepat pada sisi saya duduk. Tubuh saya terpental dan menghantam aspal dengan suksesnya. Saya kecelakaan, cidera kepala *untung bukan cidera janji* titik. Tenang aja, bapak ojegnya gak papa, saya doang yang benjut. Cerita lengkap tentang kecelakaan sepertinya diceritakan secara terpisah saja, soalnya ketika saya ceritakan hal ini ke orang lain, mereka antara iba tapi ketawa, entah salah di mananya cerita saya.

Niat resign, pameran diundur, nonton konser gratis, dipromosi, kecelakaan, umroh Ramadhan... Maap ya, sepertinya hidup saya jauh lebih keren dan ciamik dibandingkan sinetron. Setelah kecelakaan saya tetap melaksanakan niat saya untuk pergi umroh Ramadhan, dengan pertimbangan, kalo saya mati gimana? mendingan mati di sana kan? Dan saya juga masih keukeuh... udah lah mungkin September aja kali ya resignnya. Oiya, pamerannya akhirnya diadakan akhir Agustus, tepat setelah saya pulang umroh, pas banget ya.

Sepulang umroh saya malah jadi lebih tenang dan adem ayem, gak napsu resign lagi *hmm... apakah aku telah menjadi separuh malaikat? hehehe*. Sampai ada yang nyalip saya resign di tahun itu 2 orang, dan saya tetap kalem. Sampai-sampai saya harus membangkitkan lagi semangat untuk resign, menanti-nanti siksaan dari kanan kiri yang dapat membangkitkan semangat itu, kembali menjalani solat hajat, istikhoroh dan doa dengan sungguh-sungguh.

Sampai akhirnya akhir November 2012, dengan biasa-biasa saja tapi agak deg-degan, saya submit surat resign ke juragan. Iya, kali ini beneran, tanpa rasa terharu atau sedih. Juragan pun memanggil saya in private untuk membicarakan hal tersebut.

Di dalam ruangan itu, juragan mengaku syok atas pengunduran diri saya, dia tanya macam-macam, saya cengengesan aja tapi tetap cool, sampe akhirnya dia bertanya "Rey-san, do you have something to say?" waduh apa ya? saya tidak mempersiapkan kata-kata apapun, mana saya tidak pandai berkata-kata, dan akhirnya kata-kata yang keluar dari mulut saya adalah... "I wanna cry", sambil cengengesan, lha kenapa itu? padahal nggak mau cry lho... Dan tanpa diduga juragan menjawab "me too", mendengar jawaban seperti itu saya kok malah pengen nangis beneran? akhirnya saya berkata-kata, dan tanpa disadari lama-lama suara saya tercekat dan mata saya berkaca-kaca *tercekat ki piye sih?*, demikian pula juragan. Yak sodara-sodara... itulah adegan paling romantis antara saya dan juragan, berduaan di dalam ruangan, sambil menahan tangis, dan adegan berakhir setelah saya mengelap air mata dengan jilbab. Soalnya masa' keluar ruangan berdua trus pada bertangis-tangisan?! kesannya abis diapaiiin gitu di dalem.

Oiya, ada kejadian yang lucu lagi. Tokijo Korporesyen itu punya acara rutin merayakan pesta tahun baru yang dirayakan setiap akhir tahun *bingung gak sih lo?*, namanya Bonenkai party, dan lagi lagi saya menjadi committee *banci committee banget yaa*. Nahh setiap acara party kayak gitu tuh selalu diakhiri dengan undian doorprize, hadiahnya mulai dari voucher makan di hotel, voucher menginap di hotel, sampe hadiah yang paling cakep adalah tiket pesawat Jkt-Dps-Jkt by Garuda Indonesia for 2 persons. Coba tebak sapa yang dapet grand prize-nya? yup... saya yang dapet grand prize-nya, secara alamiah dan tanpa rekayasa, huahahaha... sesungguhnya saya termasuk hamba yang beruntung. Dan sebenarnya pula, itu bukan kali pertama saya dapat grand prize, udah beberapa kali lho... #uhuk #alhamdulillah

Yak demikianlah sodara-sodara kisah resign yang panjang, aneh dan penuh drama ini, akhirnya berakhir di 2012. Dan di minggu terakhir saya bekerja sang juragan jatuh sakit sampe gak ngantor seminggu. Bukaann... bukan karena sedih berat ditinggal saya, masalahnya akhir tahun tuh juragan cuti, mo liburan, daripada pas liburan gak enjoy karena sakit, lebih baik istirahat di rumah kaaan.

Ketika saya melihat kembali perjalanan saya di tahun 2012 itu, sungguh... penuh dengan drama, sandiwara, banyak hal yang menyakitkan hati, banyak nahan sabar, banyak konyolnya juga, dan sebenarnya banyak hal-hal kecil yang tidak saya ceritakan di sini. Sempat berpikir juga, sebenarnya apa sih hikmah di balik semua ini? Terkadang, kita memang harus menunggu, semua sudah diatur oleh Allah, kita tinggal menjalani saja apa skenarionya. Beruntung, skenario yang ditulis untuk saya demikian lucu dan ajaib, dan percayalah, semua akan indah pada waktunya. Begitu juga dengan kasus saya, karena semua rapelan urusan kenaikan gaji baru dibayarkan oleh Tokijo korporesyen pada bulan November, dan sebagai penutup yang manis saya dapat grand prize. Trus yang lainnya apa ya? Saya merasakan pengalaman hidup yang keren banget sih, apalagi pas bagian kecelakaan dan umroh lailatul qadr di bulan Ramadhan, luar biasa. Gak ada hidup yang seperti hidup saya lah, hehehe.

Dan kadangkala, saya merindukan kehidupan ajaib seperti di tahun 2012 ini :D

Saturday, April 26, 2014

Selangkah Lagi Menuju Liburan Gratis



http://travelyuk.files.wordpress.com/2010/05/rws.jpg
Resorts World Sentosa of Singapore


Akhirnya setelah 4 tahun blog ini terbengkalai, dia berhasil bangkit kembali dari kuburnya...! Keajaiban ini terjadi hanya gara-gara satu kata: GRATIS dan satu kalimat: Liburan Gratis Bersama Pergidulu ke Resorts World Sentosa di Singapore. Gratis dan liburan, sungguh perpaduan yang ciamik bagi manusia gratisan dan tukang jalan tapi fakir travelling macam saya, dan terbukti kaaan... mampu membuat saya melakukan apapun untuk mendapatkannya, dan apapun itu adalaaah... kembali ngeblog...! :)

Sebenarnya terakhir kali saya ke Singapore itu 2 tahun yang lalu, dalam rangka refeshing walau duit pas-pasan. Sudah pas-pasan, perginya kok ke Singapore? Padahal penginapan di sana kan mahal-mahal untuk space yang kecil. Tadinya saya berharap kawan saya yang tinggal di Singapore mau memberi tumpangan (saya memang begitu, tukang numpang), tapi apa daya dia sudah punya partner, jadi pupus sudah saya dan kawan saya bisa menginap gratis :(. Akhirnya saya dan kawan menginap di hostel yang per harinya bertarif antara SGD 55 atau SGD 65 (agak-agak lupa), murah yaaa... (bangga). Kami juga jalan-jalan ke Sentosa lho... ke Universal Studios, tapi depannya doang... pokoknya cuma ngukur sentosa pake kaki sambil foto-foto, yang penting gak bayar. Perjalanan ke Sentosa sukses membuat kami tepar, sehingga agenda hari berikutnya jadi gak jelas, masa' lagi enak-enaknya jalan di Orchard Road tiba-tiba nggak enak badan, berasa lelah banget dan ngantuk berat, jajan es potong juga gak mempan. Untungnya saya lumayan cerdas, saya ajak kawan saya itu naik MRT yang kosong lalu tiduuurrr... sampai tujuan akhir, habis itu balik lagi, hehehe lumayan.

Liburan itu adalah salah satu liburan yang tidak terlupakan bagi saya, selain karena agendanya cukup morat-marit, pulang dari Singapore kawan saya hamil (tentu saja dia hamil dengan suaminya), sedangkan saya terkena rubella, hehehe... ternyata nggak enak badan itu gejala kena rubella, baru kali itu saya jalan-jalan trus pulangnya sakit, dan lucunya saya sembuh sendiri tanpa bantuan dokter, udah macam dukun aja.

Nahhh sekarang saya punya kesempatan lagi mengunjungi Singapore, walaupun sudah pernah, tapi kan belum pernah lho merasakan tidur di Resorts World Sentosa yang pasti kasurnya empuk banget, kamarnya luas... bukan seperti kelas hostel backpacker yang pagi-pagi ke dapur... wakwaw! banyak bule backpacker bergelimpangan tidur di sana karena semua kamar penuh, menarik sih... tapi pengen dong sekali-kali merasakan yang high class gitu.

Tapi yang membuat saya lebih deg-degan (padahal belum pasti jadi pemenang), Resorts World Sentosa juga memberikan kesempatan kepada sang pemenang untuk merasakan fasilitas yang mereka miliki. Whaaa... padahal kan fasilitasnya menggiurkan banget semuanya, ada: Universal Studios, S.E.A Aquarium, Adventure Cove Park, Marine Life Park, Dolphin Island, Maritime Experiential Museum, Salon & Spa, Shopping Center, dan masih banyak lagi, yang pastinya semuanya menarik dan menggiurkan.




Saya ingin sekali mengunjungi S.E.A Aquarium, aduh itu koleksinya kayaknya lengkap banget, segala jenis hewan laut dari selat karimata, laut Jawa, selat Malaka, teluk Benggali, laut Arabia, teluk Persia, bahkan sampai laut merah dan danau di Timur Afrika, lalu sampai laut Cina Selatan, dan dari perairan lainnya tumplek blek ada di sana. Wow... keren banget... Saya juga ingin tahu gimana rasanya berada di open Ocean, soalnya ke Sea World yang di Ancol saja belum pernah, apalagi kalau ke S.E.A Aquarium yang sepertinya besar sekali ini ya? Pokoknya siap-siap norak ternganga-nganga lah kayaknya ini kalau ke sana.


Sea Trek Adventure Shark EncounterOpen Ocean Dive

Atraksi yang menarik lainnya adalah Adventure Cove Waterpark di sana. Di tempat ini pengunjung dapat berenang bersama hewan laut, masuk ke aquariumnya gitu yaa. Ada Sea Track Adventure, Shark Encounter, Open Ocean Dive, semuanya temanya nyebur ke aquarium dan berenang dengan hewan-hewan laut. Kalau mau berenang sama hiu di sini aman, mau diving juga aman, kan di aquarium. Saya tertarik ingin coba Sea Track Adventure, soalnya pengen ngerasain pake helem selam kayak gitu. Kapan lagi ya pake helem kayak gitu trus berinteraksi langsung dengan hewan-hewan laut. Atau kalau mau yang nyentuh-nyentuh aja juga bisa; memegang, kasih makan, berinteraksi sama ikan pari, namanya Ray Bay (eh mirip nih namanya, Rey, pertanda apa ya? hehehe). Wah kalo gitu sepertinya harus siap-siap bawa baju berenang nih (padahal gak pinter berenang, hihihi).

Resorts World Sentosa adalah rajanya segala rekreasi air, dan semuanya menarik. Namun, selain itu ada pula fasilitas lain yang tidak kalah menarik, seperti boutique shop dan salon & spa. Saya ingin sekali mencoba yang terakhir; salon & spa....! Siap-siap aja deh nih pulang-pulang jadi lebih kinclong, ciamik dan cakepan setelah menjalani perawatan spa, ihiw.
Photo: www.timeoutsingapore.com

O iya, ada satu lagi yang menarik bagi saya dan ingin saya lihat: Crane Dance...! Pertunjukan air mancur plus sinar laser plus crane yang menari-nari tentunya, yang tayang setiap jam 9 malam. Pastinya akan keren banget dan bikin ternganga lagi melihatnya.

Selain daya tarik Resorts World Sentosa yang ciamik banget, yang membuat saya ingin memenangkan kompetisi ini adalah, saya ingin bertemu Pergidulu, mbak Susan dan mas Adam, dan ngobrol-ngobrol dengan mereka berdua. Selain itu, saya juga sedang mengerjakan project mengirim cerita beserta foto ke salah satu SD di pelosok Indonesia. Kalau saya menang, saya ingin menceritakan perjalanan saya ke mereka, pastinya akan menarik sekali ya. Siapa tahu dengan membaca cerita saya, mereka jadi punya antusiasme untuk mengunjungi negara lain, dan hal itu bisa terwujud jika mereka mengenyam pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi, mudah-mudahan mereka jadi termotivasi untuk tidak putus sekolah. Dan lucu juga kali yaa kalau saya kirim post card untuk mereka dari Singapore, aaakkk... pasti seru...!

Oke... Sekarang tinggal berdoa, semoga saya yang menang #amiin, hihihi :)


Murid-murid SDN Banggai Sedang Membaca Ceritaku :)



 



Saturday, July 24, 2010

Perjalanan Dengan EURAIL


Sebuah kisah yang terjadi setahun yang lalu, yang sangat sayang untuk dibuang. Inilah jejak2 kenangan pertama kalinya saya menjejakkan kaki di Eropa. Dan dengan kekuatan yang tak seperti Gatot Kaca, saya berusaha memeras sel-sel kecil kelabu saya untuk mengingat kembali perjalanan singkat saya di Eropa. 
-----------------------------------------------------------------------------------------------


Sebenarnya 2 minggu adalah waktu yang singkat untuk berkunjung ke sebuah negara, tapi dasar saya terlalu bernapsu untuk jalan2, rasanya ndak betah kalo tidak menjelajah, terlebih lagi negara yg saya kunjungi ini adalah Swiss, yang bertetangga dengan Jerman, bisa jadi ini kesempatan sekali seumur hidup untuk menjejakkan kaki di Jerman. Godaan yang sulit saya tepis, “duuhh kali ini tinggal selangkah lagi, masa’ gak mampir sih?” Dan sepupu yang saya tumpangi sendiri juga mendukung aksi saya, untuk jgn ragu2 menjelajah, mumpung sudah sampe Eropa. Lampu hijau seakan menyala semakin terang. 

Tapi kalo mengingat kondisi keuangan (soalnya untuk perjalanan tambahan ini, saya harus bayar sendiri), lampu hijau itu berubah menjadi kuning, hahaha. Tapi aahh… sudah jauh2 datang ke Eropa, masa’ ndak main kemana2? Ya sudah, saya nekad, itinerary saya susun, berkali2 browsing tiket murah antar Eropa, tapi toh akhirnya saya memilih naik kereta, EURAIL. 

Sebenernya, kalo mau bepergian antar negara Eropa lebih hemat naik pesawat, karena banyak budget airlines yang jatohnya bisa jauh lebih murah daripada naik kereta, dan hemat waktu juga tho? Tappiii… kalo tinggalnya gak di kota besar, yang gak ada bandaranya, mesti diperhitungkan ongkos ke bandaranya juga. Seperti saya, berhubung saya tinggal di rumah sepupu di Domat/Ems yang tergolong desa, kalo mo naik pesawat harus naik kereta dulu ke Zurich, ongkos kereta PP Domat/Ems - Zurich itu CHF 78, kalo di-kurs-in hampir Rp. 700 ribu, mahal yaa?? Padahal itu cuma 1 1/2 jam perjalanan. Belom lagi kalo mesti naik taxi misalnya, dari bandara ke stasiun. 

Ok, setelah mempertimbangkan dengan seksama, maka detik-detik terakhir saya memutuskan naik kereta saja. Saya beli tiket EURAIL, untuk 3 negara, untuk 5 kali pemakaian, kenanya EUR 330, hiks... mahal memang, tapi rasanya worthed, mengingat harga tiket di Eropa (di Swiss khususnya) muahal banget, ya seperti saya bilang tadi. Daannn kalo turis (pokoknya kalo dari luar Eropa lah) sepertinya beli tiket EURAIL-nya mesti dari negara asalnya, kayaknya kalo langsung beli disananya gak bisa, lagipula jatohnya lebih mahal (kayaknya...). O iya, harga EUR 330 itu karena saya perginya sendiri, kalo untuk 2 orang, harganya lbh murah, apalagi kalo bertiga dst. 

5 kali pemakaian itu maksudnya, jumlah hari yang dipakai untuk naek kereta, dan tidak harus berturut2 5 hari, terserah saja, yang penting dalam kurun waktu 2 bulan (batas expired period-nya) maksimal boleh dipake 5 kali. Jadiii... bagi orang2 yang gak mau rugi dan berpikiran licik kayak saya, sempat terbersit pikiran untuk membarokahkan tiket dengan keliling Swiss ato seenggaknya ke beberapa kota di Swiss dalam 1 hari. Tapi pada prakteknya, ngapain juga yaa... udah datang jauh2 dari Asia Tenggara cuman maen kereta2an seharian dari ujung ke ujung, rugi juga... 

Bepergian dengan EURAIL ini mudah sekali, nyaman, enak, dan gak perlu takut tersesat. Selama anda merencanakan jadwal anda dengan baik, membaca petunjuk penggunaan EURAIL dengan baik, Insya Allah gak akan tersesat. Apalagi bagi orang2 yang biasa naik bis kemana saja di Jakarta dan antar kota seperti saya, Insya Allah akan baik2 saja. Pokoknya kalo di Jakarta kemana2 selamet, Insya Allah bisa survive di Eropa, karena disana itu kan semuanya teratur dan mudah, hampir di setiap stasiun ada kantor Eurail yang bisa ditanya2, kalo di Swiss nama kantornya SBB, kalo di Jerman DB, dan kalo di Austria OeBB, seperti nama keretanya. 

Hal pertama yang harus dilakukan ketika menginjakkan kaki di bandara selain mengambil bagasi adalah mencari kantor Eurail-nya. Seperti waktu itu misalnya, sesampainya di Zurich, saya langsung ke kantor SBB yang ada di bandara juga, enak kan... gak perlu nyari jauh2. Sampai di kantor SBB, langsung tunjukkan Eurail Pass kita, minta divalidasi, sekalian minta Fahrplan ato jadwal perjalanan yang akan dituju. Seperti saya waktu itu langsung minta Fahrplan dari Chur (Swiss) ke Pforzheim (Jerman) untuk tanggal 3 Juni dan untuk kereta pagi. Nanti akan muncul jadwalnya; berangkat jam berapa, nomor keretanya apa, naik dari jalur berapa, harus transit dimana, tibanya jam berapa, dan jangan khawatir... menjalankannya mudah kok. Yang penting adalah, kita udah punya rencana mau kemana, kapan mau pergi, mau brangkat pagi ato malam, dari mana, sisanya... Insya Allah akan mudah. 

Kereta yang saya tumpangi menuju Pforzheim ternyata tidak secanggih bayangan saya, bukan kereta sekelas TGV apalagi Shinkansen, kereta biasa... tapi kondisi kereta masih bagus, dapat beroperasi dengan baik dan bersih. Untuk 1st class-nya mirip2 kereta argo, cuma yg ini jelas lebih bagus, dengan formasi tempat duduk 2 - 1. Sedangkan untuk 2nd class tempat duduknya lebih keras dengan sandaran tegak dan jaraknya antar bangku lebih sempit. Waktu saya naik 1st class, sepupu saya heran dan bertanya (dengan nada sedikit mengancam, hehe) "ngapain kamu beli tiket 1st class?" Jadi begini yaa... kalo beli Eurail dari sini itu, yang boleh beli tiket 2nd class hanya remaja dan dewasa sampai usia 25 tahun, dan berhubung usia saya ketika itu 25 tahun lebih sedikiiitt, terpaksalah saya beli 1st class. Aturan yang sedikit aneh memang, bagi saya. Kalo saya punya pilihan, jelas saya pilih 2nd class dong... dengan pertimbangan harga tentunya. 

Waktu tempuh Chur (Swiss) - Pforzheim (Jerman) sebenarnya hanya kurang lebih 5 jam, tapi berhubung saya harus transit di Karlsruhe dan harus menunggu keretanya selama +/- 1 jam, maka otomatis perjalanan tertunda pula. Karlsruhe ini ceritanya kota yang lumayan besar lah, dan tempatnya transit, karena dilalui oleh 2 jalur utama Basel - Mannheim, dan Neustadt - Stuttgart. Dan baru di Karlsruhe ini saya liat kereta yang bagus2, favorit saya adalah yang double decker, berwarna merah. Saya sempat takjub melihat ada sepeda bisa masuk kereta, ternyata ada gerbong tersendiri buat yang bawa sepeda. Asik yaa... kalo gitu bisa sepedaan kemana2. 

Singkat cerita, setelah tinggal di Pforzheim selama sekian hari, saya melanjutkan perjalanan menuju Wien, Austria. Dan berhubung jarak tempuhnya lumayan jauh (+/- 9 jam), dan dengan pertimbangan membarokahkan waktu, maka saya memutuskan untuk naik kereta malam. Nahh... waktu saya minta Fahrplan ke kantor DB (Deutsche Bahn) di Pforzheim, saya dimintai uang tambahan EUR 5. Jadi peraturannya, kalo kita ingin book dengan nomor kursi (selama ini tu saya naik kreta gak pake nomer kursi, jadi asal duduk saja), akan dikenakan biaya tambahan EUR 5 itu, nahh tapi karena ini perjalanan malam, maka penumpang harus memiliki nomer kursi, jadilah saya harus bayar EUR 5 *sigh...*. 


Tapi yang asik, kalo naik kereta malam ada pilihannya, mau di Schlaf-/Liegenwagen (kompartemen yg bisa buat tiduran) ato Sitzplatz (kompartemen tempat duduk biasa). Jujur saya pingin banget merasakan Schlafwagen yg bisa buat tiduran, cuma saya tau saya tukang tidur, takutnya kebablasan dan terbawa sampai ke Budapest, Hungaria (keretanya jurusan Pforzheim - Budapest). Akhirnya dengan berat hati saya pilih Sitzplazt :( dan ternyata di Sitzplatz pun saya hampir terbawa ke Budapest, karena pas sampe Wien Westbahnhof saya masih ngantuk (karena semalaman susah tidur) dan tidak ada pengumuman itu sudah sampe mana, hehe... O iya, seperti saya tulis di atas, kereta ini juruan Pforzheim - Budapest yang melewati Wien, berarti saya tinggal duduk manis didalam kereta karena tidak harus transit. Dan tau gak keretanya apa??!! Orient Express...! It was like a dream come true. Saya pertama kali tau Orient Express dari novel Agatha Christie, dan gak nyangka sekian tahun kemudian saya justru naik kereta ini, walopun tentu saja tanpa pembunuhan didalamnya... :) Sempat 'patah hati' juga sih pas tau keretanya Orient Express dan saya tidak di Schlafwagen, hiks... 

Sampai di Wien Westbahnhof, saya langsung ke kantor OeBB untuk minta Fahrplan pulang ke Domat/EMS (Swiss). Lalu perjalanan berlanjut kembali ke sebuah desa di sebelah utara Wien, yang letaknya lebih dekat dengan Bratislava daripada ke Wien sendiri. Angern an den March adalah tujuan saya. Dari Wien Westbahnhof saya harus sambung dengan U-Bahn sampai Floridsdorf, lalu sambung lagi dengan S-Bahn ke Gaenserndorf. Sayangnya tiket Eurail ini tidak berlaku untuk U-Bahn dan S-Bahn, terpaksalah saya harus beli tiketnya di Automat, mesin otomatis seperti ATM untuk beli karcis. Cara menggunakan mesinnya mudah kok, petunjuknya jelas, yang penting pede aja... :) 

Seperti halnya di Pforzheim, saya tidak juga tidak bisa lama2 berada di Wien, karena masih banyak janji2 dengan yang lainnya, masih banyak tempat yang harus dikunjungi (cailahh gaya bener...). Sebelum pulang saya menyempatkan mampir ke markasnya UN di Wien, sayang kan udah jauh2 ke Wien gak mampir UN. Tapi gara2 mampir ke UN ini nih pulangnya jadi rada ribet dan pake acara olahraga jantung segala.

Jadwal pulang dari Wien ke Domat/EMS cuma ada 3x, dan karena mampir UN dulu, saya hanya bisa naik yang jam 13:40, dan untuk jadwal itu saya harus ganti kereta 4x, di Eropa pula, dengan waktu perjalanan -\+ 9 jam, hebattt...!

Dari Wien Westbahnhof saya harus turun di Feldkirch, dari situ sambung yang ke Buchs SG, dari Buchs SG sambung yang ke Sargans, dari Sargans sambung lagi ke Chur, dan terakhir dari Chur sambung lagi ke tujuan akhir : Domat/EMS. Capek gak sih bacanya? Yang bikin deg2an, disana kan kereta selalu ontime ya, walopun tibanya tu suka sedikit telat, paling lama 5 menit lah... Nah dari Fahrplan yang saya dapet, kereta akan tiba di Feldkirch pukul 20:40, dan kereta dari Feldkirch Ke Buchs SG akan brangkat pukul 20:48, cuma beda 8 menit...! Kalo keretanya telat 5 menit aja, tinggal 3 menit kan sisa waktunya untuk ganti kereta, blm lagi harus cari dijalur berapa tu kreta yang ke Buchs SG itu tho? Iihh sempet deg2an bgt, sampe ada acara koper jatoh segala, tapi alhamdulillah ternyata yang turun di Feldkirch banyak yg naek ke Buchs SG juga, dan alhamdulillah walopun terbirit2 dan ngos2an, berhasil juga naek tu kreta tepat pada waktunya. Soalnya kalo sampe ketinggalan, aduhhh... nunggunya bisa 3 jam lagi.

Sebenernya pas pulang itu capek banget, makanya saya bercita2 untuk tidur dikereta saat perjalanan pulang, tapi apa daya cita2 itu harus kandas karena keadaan, karena takut turunnya kebablasan, jadi malah tegang, gak bisa tidur. Lagipula disana itu gak lazim org naek kreta trus tidur, yang ada malah pada baca ato buka laptop ato berbicara dengan kawan seperjalanan, pokoknya sibuk sendiri. Saya juga sibuk sendiri, disaat yang lain sibuk membaca, saya membuka bekal nasi telur ceplok dan abon, dan makan dengan kalap, laperrrr...

Saya tiba di Domat/EMS jam 11-an malam, dan langsung 'tewas' ditempat tidur, esok harinya masih ada acara lain, ke Tessin (Ticino) daerah Selatan Swiss yang bahasanya udah beda, Italy.

Bepergian dengan EURAIL tu menyenangkan sekali, selain bisa merasakan naik berbagai macam kereta yang tidak bisa kita temui di Indonesia, kita bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, dan bisa merasakan sensasi gonta-ganti kereta, dan banyak lah pengalamannya. Dan yang pasti, jangan takut bepergian dengan kendaraan umum di negara lain, apalagi di Eropa, soalnya petunjuknya jelas banget, InsyA gak kesasar deh. Pokoknya kalo pernah nyasar2 ato jagoan naek bis di rimba Jakarta, InsyA bisa lahh... survive di negara orang... o iya asal jangan ketiduran kalo naek kereta, kalo kebablasan bisa nyampe negara laen tuh... :)

O iya hampir lupa, kalo emang punya rencana utk tinggal gak lama di suatu negara, kayak saya gini nih, cuman 1 - 2 hari, lebih baik ketika sampai di stasiun tujuan, langsung cari kantor maskapai kereta api setempat (kok maskapai ya? itu kan pesawat. Ya pokoknya gitu lah...), dan minta jadwal kepulangan. Ini bisa menghemat waktu, jadwal jalan2 bisa terorganisir dengan baik, dan pulangnya bisa langsung capcus...!

Baiklah... semoga informasinya bermanfaat... :)

Thursday, July 15, 2010

15 Juli 2009 : Balada "PSK" (Pegawai S******* Korporesyen)

Prolog

Kisah ini berdasarkan kisah nyata, yang saya tulis tepat 1 tahun yang lalu, dan dari awal memang diniatkan untuk dipublikasikan di blog. Tapi apa daya, habis nulis saya pun sibuk, lalu lupa sehingga terbengkalai dan baru setaun kemudian bongkar2 dan menemukan tulisan ini kembali. O iya, nama2 didalam cerita ini adalah samaran, tapi kejadiannya sungguh nyata walopun aneh.  Selamat membaca, semoga terhibur... :)

=====================================================================

Sebenernya ini hal yang biasa terjadi selama bertahun2 kerja dengan tokijo. Kali ini kembali terjadi insiden, tp ahh kayaknya mo gue rangkum aja deh dari insiden2 sebelumnya, selain bisa jadi kenang2an buat kita, kalo gue baca2 lagi kocak juga, hehehe... Lagipula jarang yg kayak kita gini, tiap kerja isinya chaos mulu :D

So dear friends, please enjoy... 

Alkisah jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan kurang, sementara Nuryati, Hartati, Maryamah dan Tulkiyem (nama samaran semua) belum menampakkan batang hidungnya. Section kosong, Nuryati dan Hartati tidak ada, Maryamah dan Tulkiyem datang terlambat dan menemukan juragan mendadak pundung. Lalu tetangga sebelah kirim imel :

Uni : he...he... juragan sibuk angkat telpon
Tulkiyem : pantess... tadi aku bilang slamat pagi rada mutung dia...
Uni : kasih sun dong...... :))
Tulkiyem : pake sandal?? :D
Maryamah : lempar sandal ajh yem... biar tau rasa dia... :-pp
Uni : jgn yg merk crocs ya sayang...
Tulkiyem : oh jgn dong... lagipula crocs enteng, mending pake bakiak musholla... 
Maryamah : ternyata dia sms gue hehehe... nanyain “lo ambil cuti ya hari ini?” hehehe... gag gue bales dehh secara g sdh ada disini duduk maniz n innocent.

Kira2 begitulah percakapan via imel part I. Lalu setelah itu datang ”surat cinta” dari juragan kepada kami ber-4. Nuryati dan Hartati ternyata hari itu ngambil cuti dadakan. Maryamah sempet panas mbaca surat tersebut, tapi Tulkiyem masih adem ayem, mgkn krn lbh perhatian sama matanya yg ndak beres, kerjaan yg jalan ditempat dan semangat yg perlahan tapi pasti mundur secara teratur, tp setelah baca kata2 terakhir ”This kind of situation cannot be tolerable”, rada eneg juga dia. Akhirnya setelah berembug muka dengan Maryamah, mereka berdua sepakat membalas via japri. Lalu setelah itu datanglah balasan ”surat cinta” dari juragan, yg intinya supaya memberitahu dia kalo telat lbh dari 10 menit, tp ujung2nya ada kata2 ”..... will show the lack of moral in XXX...”. Kali ini mereka sepakat ndak mbales.

Esoknya, saat Hartati dan Nuryati kembali ke ladang, dia mendapati jejak surat2an Maryamah dan Tulkiyem, serta ”surat cinta” juragan. Pembicaraan pun berlanjut. Ternyata Hartati dan Nuryati tu cuti dadakan, pantesss... juragan pundung.

Maryamah : kemaren seruuuu... dan kayaknya masih berlanjut sampe hari ini yuukkk... diperhatikan yah ciri2 wanita mau PMS yah gitu tuhh... uring2an :D
Nuryati : waksss bisa bahaya nih duduk disini. Iiihhh dia mau menampakkan taringnya yang sudah mau punah saking busuknya, krn 2 taun lagi kan dia sudah chaoooooowww... kasian deh loo... hihihihi. Emang serunya pa aja Mar? Jangan sampe nih ketinggalan berita :D
Tulkiyem : pake bawa2 lack of morality segala lho kemaren… segitunya… lebay lo gan…!
Nuryati : Begitu? Busyeeettt dah… kita tambahin aja sekarang nih, biar perang lagi hahahaha
Maryamah : iyah tuh..sayang punya gue ke delate gag penting bangettt!!! gitu deh bun semua dibanting, semua dicemberutin kita keluar ruangan ajah diperhatiin tetangga nyadar semua liat muka jeleknya ditekuk 10. kpaan sih dia pulang betehhhh... terus yah, kan APOLO mb emprit ada yg salah input, aku jg salah gag meriksa terus dicoretnya segede gaban terus nama mb emprit di kasih panah terus dikasih note please remind her (yg namanya dipanah hahaha) to use correct a/c number. Oalllaahhh lebayyy biasanya jg pake note kecil or ngomong lsg ma eike
Hartati : huahuahuahuuaaa… yem, "lack of morality" itu ngomong lsg or imel special pk telor ke kamu doank.. td gw penasirun, bc imelnya dng suby ke late coming tp gak ada kata itu tuh.. aduhhh.. ntar miting d, ajak2 gw loh... ntar minta mb tuti jaga wartel sementara kita miting.. oce yah..
Maryamah : itu emailnya udh template mbak dikirim ke tulkiyem n akyu juga pastinya, coba ajah mba hartati bales email dia, pasti dibalesnya sama ;-DDD 
Tulkiyem : pas dia bilang lack of morality gitu, gue jadi mikir, kayaknya gue cuman telat doang deh... gak sampe jual diri ato ngerayu jepun sapaaahhh gitu yg jelas gak mungkin banget gue lakukan kan... Eh gue jadi kepikiran, jangan2 ini kamuflase dia, setelah bilang "you get A, but it's not final yet" nahhh setelah insiden ini sapa tau dia jadi punya alesan...  
Maryamah : gak ada alesan ajah dibikin2, apalagi ada kasus keik kemaren yemmm.... politik dia ajah tuhh
Nuryati : Trus sekarang dia hepi gitu karena kita duduk manis ditempat walaupun ngomongin dia ... :P  
Hartati : dia ngerasa kita omogin dia soalnya pd buka open mail smua en ketiwi-tiwi sendiri :-D au ach.. 
Kira2 demikianlah pembicaraan yang bisa direkam dari keempat orang yang kecewa berat dengan sang juragan.

Bukan kali saja sebenernya meraka bermasalah dengan juragan, sebelum2nya pernah... malah sempat ada acara persidangan segala. Nuryati, Hartati, Maryamah dan Tulkiyem vs juragan. Namun persidangan tidak membuat keadaan menjadi lebih baik, hari-hari berikutnya tetap terjadi chaos, saling curiga dan pundung2an, tapi setidaknya masing2 pihak sudah mengungkapkan isi hatinya masing2.

Tapi sodara2... tidak lama setelah insiden lack of morality itu, secara mengejutkan sang juragan harus kembali ke haribaan negara yang bersedia menampungnya. Dan kini Nuryati, Hartati, Maryamah serta Tulkiyem hidup bahagia dengan ”kulkas 3 pintu”.

Thursday, February 04, 2010

Hari Yang Aneh

Ceritanya, aku kan dah lama banget ya gak jalan2, dalam arti kata menjejakkan kaki di kota lain sambil naik turun angkot. Nahh akhir Januari kemarin kebetulan ada seorang kawan yang menikah di Lamongan, sebuah kesempatan yang begitu menggiurkan bagi tukang jalan macem aku gini, walopun awalnya sempet ragu, tp ah daripada stress, mendingan pergi lah... menghadiri undangan sambil jalan2.

Ibarat kata pepatah : sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui, sekali jalan ke Lamongan, mendamparkan dirilah ke Jombang sekalian :)
Dan entah karena doa yang selalu aku panjatkan setiap nge-trip, ato emang sudah nasib, selalu aja deh aku menjalani perjalanan yg ajaib, dan karena keajaiban ini pula lah aku memutuskan untuk kembali ngapdet, karena sepertinya kisah ini patut dilestarikan, biarlah kelak anak cucu-ku membaca kisah perjalanan ibu dan nenek mereka (tsaahhh...).

Setelah urusan di Lamongan selesai, singkat kata, aku langsung ke Jombang. Pulangnya, dari Jombang gue mesti ke Surabaya dulu bo'... secara gue naek pesawat dari situ gitu loh... (bahasanya sok eksis bgt yee...). Nahh... disinilah kisah yg seru itu dimulai...

Dari Jombang, aku mesti naek bis ke Surabaya, dan ternyata pas udah naek baru 'ngeh' kalo itu bis udah penuh, maka berdirilah eike di bis antar kota itu tho?! Tapi gak masalah lahh... soalnya badan udah berasa gemuk banget, di Jombang dikasih makan terus, sementara aktivitas sedikit :( Maka, berdirilah aku dengan ikhlas, dengan harapan berat badan bakalan turun dikiiit (padahal mah gak ngaruh deh... hiks). Tapi lama2 berdiri pegel juga bo'... alhamdulillah pas sampe Mojokerto dapet duduk. Sbnrnya kalo cuman berdiri doang dibis mah kagak ada apa2nya ye bo'... toh tiap hari naek busway juga berdiri. Silahkan baca terus aja yaa...

Nahh rencananya, sblm tinggal landas, aku mo ketemuan sebentar sama kawan lama yang bagiku termasuk tenar banget lah, yang sejajar dengan selebritis yang tak pernah masuk dapur rekaman, tapi masuk dapur beneran (lho?). Ok, mari kita sebut saja manusia itu sang selebritis ya. Rencananya kami ketemuan di terminal Joyoboyo. Awalnya aku pikir, bis luar kota bakalan mampir situ, eehhh gak taunya nggak... aku mesti nyambung bis dalem kota dari Bungur Asih ke Joyoboyo, tp itu gak masalah... toh dapet bis AC pula.

Singkat kata pertemuan dengan sang seleb berjalan mulus, singkat, padat dan kekenyangan, maklum lah... karena kalap(aran), aku pesen baso dan gado2, tp tanpa lontong ato nasi lho... hihihi (gimana gak gemuk coba??!!). Setelah itu, dimulailah keajaiban kedua terjadi. Aku kan mesti melanjutkan perjalanan lagi tho ke bandara, nahhh ceritanya, sang seleb berbaik hati sekali mo nganterin aku sampe Aloha yg katanya deket bandara, dan dari situ aku bisa sambung taxi, biar tarifnya murah gitchu... Maka naiklah aku dimotor kesayangannya itu tho, dalam cuaca yang saat itu mendung mengundang.

Baru bbrp menit berjalan, sang seleb menepikan motornya, lalu mengeluarkan jas hujan "kayaknya mo hujan Rey". Owww sodara2, ternyata benarrr... ujan bo'.... dan semakin jauh sang motor melaju, semakin deras pula curah hujannya, dan itu tidak menyurutkan tekad sang seleb untuk membawaku entah kemana. Yahhh pokoknya makin lama makin deres banget, sampe akhirnya kami brenti krn ujannya udah terlalu deres, kalo mo nekad nerabas juga konyol banget deh kayaknya. Sang seleb basah, gue lebih kuyup lagi...

Ternyata tu kami brenti +/- 10 menit perjalanan lagi menuju bandara, nekad juga tu seleb, masa' mo nganter ke bandara pake motor???!! Di sebuah halte kami berdiri gak jelas, mo cari taxi dalam radius segitu juga sudah susah tho? Mo nunggu ujan redaan dikit dan melanjutkan perjalanan pake motor kok kayaknya kejam banget ya, ntar kalo aku memecahkan rekor ke bandara pake motor dalam keadaan ujan gimana? kan gak enak... ntar jadi mendadak beken. Lagipula kesian lah dengan sang seleb yang tampak kuyu.

Akhirnya setelah sekian menit ngiyup gak jelas, dan setelah bbrp kali berusaha menghentikan taxi ato sekedar menebak2 taxi ini kosong ato isi, tiba2 ada taxi melipir, aku langsung pamit trus ngacir masuk taxi tanpa tanya2 dulu, "ke bandara pak...! Maap basah semua nih pak". Tapi kok ada yang aneh yaa? ini taxi mana argonya? sampe aku celingak celinguk nyari argo, tapi gak nemu, "wah piye ki?" langsung aja supirnya ta' tanya, "pak, ini taxinya pake argo apa borongan?", aku sudah siap kemungkinan terburuk, kalo ternyata dia berniat 'ngepruk', aku lebih memilih mudun dengan cara terhormat. Ehh sama si bapak taxi dijawab "ini sebenernya taxi bandara mbak, tarifnya per-zona, kalo naek dari tempat tadi itu biasanya Rp. 35.000, tapi karena sbnrnya saya gak boleh ngambil penumpang ke bandara, yaa terserah aja bayarnya berapa". Alhamdulillah...!! kata2nya bagai embun menetes di siang bolong (mana ada ya?). Hmmm... jangan2 itu tukang taxi jelmaan 1/2 malaikat yg diutus untuk mengantarkanku ke bandara, ceilehh...

Alhamdulillah... pokoknya aku selamat sampe bandara dengan basah kuyup. Celana basah banget, lengan baju sebelah kiri dan punggung basah, wahh pokoknya diantara para calon penumpang yg mo naek pesawat, kondisiku sing paling melas dan ancur. Kalo yang laennya cakep2, aku sendiri yg kayak abis kecebur kalen, hahahaha...

Setelah bebersih di toilet dan tanpa berganti baju (heheehe...), aku langsung cek in, beli sedikit oleh2, langsung boarding, dan selama diruang tunggu itu aku gak mo duduk, soalnya basah, dan biar pakaianku rada kering, aku jalan muter2 ruang tunggu situ, persis kayak kitiran, diliatin orang2 juga sebodo amat, yang penting kering (padahal gak gitu ngaruh juga sih...). Hhhmmm... kayaknya gak penting ya bagian ini diceritain, tp karena udah terlanjur ya sutra lah...

Ok, berdiri di bis antar kota sudah, diantar naek motor dengan basah kuyup ke bandara juga sudah. Sudah cukup kali ya penderitaan sampe disini, ternyata oh ternyata, masih ada sodara... sodara...!

Pesawat yg kutumpangi kebetulan tidak penuh, aku malah duduk sendiri, dekat cendela pula, sebuah tempat favorit yg kok ya alhamdulillah sering dikasih tempat favorit ini. Tapi keceriaanku tidak berlangsung lama, pesawat terbang dalam kondisi cuaca buruk, beberapa kali terguncang naik turun. Awalnya sih masih bisa menikmati, tapi lama2 goncangannya mengocok isi perut juga, sampe rasanya baso sama gado2 tadi siang mo keluar lagi. Lama2 tangan terasa dingin sekali, bibir tak lagi bisa tersenyum, rasa mual semakin menjadi2, mungkin wajah juga sudah pucat pasi, sayang gak ada kaca, jadi gak bisa dipastikan pucet ato nggak (halahhh...). Sampai menjelang mendarat, pesawat terus berguncang, makin lama frekwensinya makin sering, suasana pun menjadi heniiiinggg sekali. Ketika pilot memberi pengumuman bahwa sebentar lagi kami akan mendarat, dan ketika berkumandang "all crew please take landing position", aku malah merasa jangan2 sebentar lagi mo meninggal, lha wong pesawat berguncang keras terus, lagipula pemandangan dibawah masih laut dgn kabut tebal, kok sudah diumumin take landing position?! biasanya kan pengumuman kayak gitu berkumandang kalo dah keliatan daratan, yg bener2 bentar lagi mo mendarat...!!? lha ini mo landing dimana coba?! landing di laut??!! Ya Allah... ada2 aja yaa... pas didarat, kena hujan deras, giliran diudara, berasa mo meninggal. Dzikir langsung berganti syahadat, ta' pikir itulah hari terakhirku, oh malang...

Tapi alhamdulillah, aku masih diberi kesempatan hidup, walopun masih menahan rasa mual. Dengan langkah gontai (siap2, bahasanya makin lebay nih...), aku melangkahkan kakiku menuju tempat pengambilan bagasi. Dan ternyata oh ternyata... masih ada bagian penutup keajaiban hari ini. Itu tasnya pada kemana ya coba??! +/- 30 menit aku nunggu, baru deh semua bagasi dikeluarkan, mgkn pas kami brangkat bagasinya masih ketinggalan di Surabaya kali yee, dan mereka disusulin belakangan, hahaha... baru kali ini nih nunggu bagasi ampe lama bener begitu, alhamdulillah aku gak semaput gara2 kelamaan nunggu dengan rasa mual. Duh Gusti... kok yo onok2 ae sih? hehehe...

Setelah kondisi mereda (ujan kali reda...) dan sebelum melanjutkan perjalanan pulang, aku isi bensin dulu, nge-teh sambil makan roti berlapis daging (halahhh...), soalnya manggul ransel 1 sama nyandang tas 1 aja sampe gemeteran. Baru deh setelah itu lanjut lagi naek Damri, dan didalam Damri baru mikir, kayaknya kejadian sehari itu heboh banget yaa... "apa salahku yaa? ada dosa apa? apa ini karma karena habis bertipu muslihat dengan seseorang? hehe... apa karena doa-ku yg minta setiap perjalananku unforgettable...?? ah ya, emang kan setiap nge-trip pasti ada aja hal2 ajaib terjadi, jadi gak heran lah... hehe". Lalu aku pun tertidur.... :))

Catatan si Rey:
Aneh gak siiihh... aku pake kata tunjuk 'aku' dan bukan 'gue'? Pas nulis aja sempet rada kagok nih, pengennya diganti pake 'gue', cuman gak papa lah, taun 2010 harus lebih sopan, kan seperti kata pepatah di angkot "anda sopan, kami pun segan" aiihh...
Eniwei, setelah apa yg aku alami, gak berasa sial sihh... soalnya kalo diinget2, gue kalo pergi2 kan sering banget mengalami kejadian aneh tho? dulu aja pernah tu adegan ditutup dengan mobil yg njemput gue tiba2 terbakar, hehehehe...
Aahhh senangnya kembali nulis lagi... (apa sih? gak nyambung...) :)

Tuesday, September 08, 2009

Antara Gue dan Orang Gila

Kata orang2, memiliki kemampuan untuk melihat mahluk halus (jin maksudnya) itu bakat. Kalo gue mah beruntung, kayaknya emang gak bakat dikasih liat dan ketemu ama yang begituan. Tapi gue baru nyadar nih, sepertinya gue memiliki bakat lain yang rada aneh juga. Kok kayaknya gue lumayan sering ya ketemu orang gila, diajak ngobrol sama orang gila segala?

Kalo gue runut2, dari TK aja gue udah dipertemukan dengan orang gila, malah sampe dikejar segala. Waktu itu kejadiannya di sekolah, sehabis pulang sekolah dan nunggu kakak2 yang di SD pulang. Semua berawal dari orang2 iseng yg ngangguin orang gila sampe tu orang gila pundung, lalu ngamuk dan mengejar orang2 yang ada disekitar situ. Nah gue yang gak tau apa2, yang lagi jalan2 bedua ama sohib gue menuju mobil jemputan tiba2 dikejar sama orang gila. Kalo ada istilah lari tunggang langgang, nahhh... gue ngerasainnya pas dikejar2 orang gila itu tuh. Emang deh tega banget tu orang gila, niat banget ngejar anak kecil.

Dengan terbirit2 gue masuk mobil jemputan yang kosong melompong, semua pintu dan cendelanya gue kunci, trus gue ama sohib gue ngumpet dikolong jok mobil biar gak ketauan, soalnya tu orang gila masih aja ngetok2 cendela mobil sambil ngintip2, hhiiiiiiii. Saat itu gue sempet mikir ”apa ini karma gue karena suka nggembesin ban mobil orang2 yaa? Sehingga gue dikejar2 orang gila kayak gini?” (bayangin, masih TK aja udah suka nggembesin ban mobil, tapi lama2 tumbuh menjadi manusia yang baik, hahahha).

Tapi hikmah yang bisa diambil setelah peristiwa itu adalah, semasa gue sekolah, setiap tes cabang olahraga lari atletik, gue selalu berusaha lari paling kencang, bahkan gue beberapa kali berhasil memegang rekor pelari tercepat dikalangan siswi seangkatan. Bukan apa2... soalnya track larinya adalah jalan yang sama saat gue dikejar orang gila dulu, jadi setiap lari disitu ingetnya lari dikejar orang gila, hahahahha :D

Setelah itu, gue banyak bertemu dengan orang gila, salah satu yang masih gue inget, kira2 3 taun yang lalu, pas gue ambil kursus Brevet di UI, pulangnya kan malem tu, jam 9, gue mesti naek mikrolet ke Senen. Malem itu gue bareng Simon (temen kursus sekelas) naek mikrolet bareng, biasalah kami ngobrol2 bahas soal2 dikelas. Eehh kok tiba2 dari sebelah kiri gue ada suara2 yg nyaut, trus dia ngomong2 sendiri, ”waduuhh jangan2 orang gila nih...” (catatan: gue tu duduknya ditengah2, antar Simon dan orang gila, apes banget kan??) gue langsung dieeemmm aja, eh si Simon sebelah gue masih keukeuh aja ngajakin ngobrol mulu, akhirnya yang nimpalin orang gila, hahaha.... makin lama suaranya makin kenceng pula. Gue sebenernya takut, tapi biasalah gue... berusaha keliatan cool sambil lama2 nggeser ke Simon. Trus ya, tu mikrolet gak ada toleransinya sama sekali, dia bawanya pelan-pelaaaann banget, ”abis sunat bang?” mana trus tiba2 berbelok, isi bensin dulu... yasalaammm... Yak sodara-sodara... itulah adegan isi bensin paling lama yang pernah gue rasakan.

Cerita ketiga sekitar 2 minggu lalu, gue ada acara di Tebet. Pas nunggu mikrolet dikolong, eehhh tiba2 ada orang gila pake mampir nyapa gue segala lagi... Sosoknya setengah baya gitu, pake helm, bawa bendera merah putih, pake boots, bajunya kayak mo perang (emang abis 17 Agustus sihh...), trus nanya gue, awalnya kalo gak salah nanya angkot, trus nanya ”buka puasa dimana nih?” (sungguh gak cocok antara penampilan dgn pertanyaan) Herannya, gue jawab juga. Dan entah karena skrg gue sudah lebih tua ato sudah lebih terlatih ketemu org gila, jadinya gue rada nyantai, trus dgn tenang gue lempar batu sembunyi tangan menginstruksikan ke orang gila dengan menunjuk gerobak disebelah gue, biar dia kesana, kekekekkk... berhasil dong... dia menyingkir, dan mikrolet yg gue tunggu2 dateng juga, langsung gue ngaciirrr... sambil deg2an.

Nah sesudah itu, kejadian lagi ketemu orang gila. Selasa malem lalu kebetulan gue ada acara bisnis (tsaahhh...) yang mengharuskan gue pulang malem, eehhh kok ya sampe 3/4 jalan, mendadak hujan turun, deres banget pula. Seharusnya jam 10 gue udah bisa sampe rumah, tapi berhubung ujannya kayaknya gak mo kompromi banget, jam 10 pun gue masih di Pulo Gadung, nunggu ujan reda. Lama2 gue gak tahan juga nih kalo no action apa2. Pelan2 gue nyoba jalan melipir2 pake payung sambil berharap hujan akan reda. Akhirnya gue memutuskan parkir didepan warung nasi padang yang sudah tutup tapi pintunya tetap terbuka (lho??) yaa... karena ndak ada pintunya, los begitu aja.

Lagi asik2nya nunggu, tiba2 ada yang menawarkan ”ojeg kak?” gue jawab dong ”oh nggak bang, nunggu ujan reda”, trus nanya pulang kemana, darimana, dan gue tanggepin (baik banget ya gue?), trus mulai ngomong gak jelas tp gue iya-in aja. Tapi kok kayaknya dibelakang bapak itu ada yang kasak kusuk ya? Seraut wajah ternyata sedari tadi memberikan kode2 dengan mimik wajah yang menarik perhatian ”diemin aja, orang gila” yailahhh... orang gila lagi. Akhirnya orang gila gue cuekin, cuman gue tetep tenang ditempat seolah tidak terjadi apa2. Akhirnya orang gila pun menyingkir cari teman ngobrol yang lain, dan dia pun dijutekin, yah nasibmu lah pak jadi orang gila segala...

Tak lama gue pun menyingkir, bukan karena orang gila, tapi karena dari tadi berdiri tu gak 'ngeh' kalo ternyata gue berdiri deket pantatnya bis malam yang mengeluarkan karbon monoksida. Gue kembali berjalan dikeremangan malam dengan menahan lapar dan menahan napas dari karbon monoksida. Hujan belum juga reda, perjuangan menuju rumah masih terus berlanjut. Sungguh malam yang aneh, dan tidak semua orang mengalaminya.
Terminal Pulo Gadung, 1 September 2009

Dan sebenernya ini pun postingan yg aneh, hehehe :D